Pandemi Covid-19 di Depok, 870 Anak Kehilangan Orang Tua

republika | Nasional | Published at 16/08/2021 18:35
Pandemi Covid-19 di Depok, 870 Anak Kehilangan Orang Tua

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Depok menyampaikan informasi perkembangan penanganan Covid-19. Berdasarkan data, sebanyak 870 anak di Kota Depok kehilangan orang tua akibat meninggal terpapar Covid-19.

"Ada sekitar 870 anak yang jadi yatim piatu yang memang bapak atau ibunya meninggal dunia atau kedua orang tuanya meninggal dunia karena Covid-19. Ini yang menjadi perhatian kita juga," ujar Wali Kota Depok Mohammad Idris memberikan bantuan sembako kepada anak-anak yatim piatu dan veteran di Jalan Kebembem V, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Senin (16/8).

Menurut Idris, pemberian bantuan kali ini merupakan rangkaian dari program 'Depok Sedekah Bersama' yang bersumber dari iuran para ASN. Selain kepada anak yatim-piatu, bantuan diberikan kepada seribu veteran di Depok.

"Masih rangkaian Depok sedekah bersama. Sasaran kali ini kalau yang sebelumnya yang terdampak Covid-19 di komunitas sopir dari komunitas macam macam ya ada. Kalau ini memang warga Kota Depok yang ditinggal oleh orang tuanya karena Covid-19 dan pemberian sembako kepada veteran karena ini event -nya momen 17 Agustus kita juga memberikan perhatian kepada mereka. Sekitar 1.000-an lebih sih ada kalau per orang jiwa ya," jelasnya.

Idris melanjutkan, bantuan sembako kepada warganya yang menjalankan isolasi mandiri (isoman) masih terus berjalan. Bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Kalau bantuan dari APBD yang sudah ada, dasar hukum kuatnya adalah untuk isoman. Itu sudah dan berjalan terus sejak awal 2020 sampai sekarang," tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini juga sedang menunggu bansos dari Pemerintah Pusat. Nantinya bansos tersebut akan diberikan kepada warganya yang terkena dampak Covid-19 namun belum terdata menerima bantuan.

"Kami juga masih menunggu bansos-bansos yang dari Pemerintah Provinsi, kalau sudah selesai kita akan sisir warga yang terdampak yang belum mendapat bantuan," terangnya.

Artikel Asli