Pemerintah Catat Ada 3.781 Pelanggan Pengguna PLTS Atap

rm.id | Nasional | Published at 16/08/2021 18:25
Pemerintah Catat Ada 3.781 Pelanggan Pengguna PLTS Atap

KementerianEnergi dan Sumber Daya (ESDM) mencatat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap sudah digunakan oleh 3.781 pelanggan per Mei 2021. Jumlah tersebut dilaporkan meningkat drastis dibandingkan November 2018 yang hanya sebesar 592 pelanggan.

Direktur Strategi Bisnis dan Portofolio PT Len Industri (Persero) Linus Andor Mulana Sijabat mengatakan pemakaian PLTS Atap tidak rumit. Panel surya hanya perlu diletakkan di area yang terkena sinar matahari langsung, misalnya di atap rumah atau gedung, sudah dapat mengalirkan listrik.

"Kalau kita lihat, solar cell sebenarnya sudah tidak high tech, dapat langsung dipakai. Tinggal dijemur saja ke (sinar) matahari, langsung keluar listrik. Ini sudah umum," ujar Linus dalam keterangan yang dikutip Senin (16/8).

Linus menambahkan teknologi crystalline yang jamak digunakan pada panel surya juga telah memiliki tingkat efisiensi yang tinggi. Teknologi ini diklaim mutakhir dan ekonomis dalam segi pemakaian listrik.

"Teknologi yang banyak digunakan adalah teknologi crystalline. Secara termodinamik, efisiensinya 30% secara teoritis, praktisnya mungkin sekitar 27%. Teknologi ini sudah mature, jadi sudah pasti proven dan ekonomis," kata Linus.

Kementerian ESDM menargetkan 70 MWp PLTS Atap akan terpasang pada akhir tahun ini. Pemerintah mendorong pemanfaatan PLTS Atap yang lebih luas lagi dengan menerbitkan aturan yang ramah bagi pengguna teknologi itu.

Saat ini, tengah disusun Rancangan Peraturan Menteri (Permen) ESDM tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap yang Terhubung pada Jaringan Tenaga Listrik Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum. Regulasi tersebut merupakan perluasan dari Permen ESDM No.49/2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh Konsumen PT PLN (Persero) jo. Permen ESDM No. 13/2019 jo. Permen ESDM No. 16/2019.

"Dengan disusunnya Rancangan Permen ESDM terkait PLTS Atap, diharapkan pemanfaatan PLTS Atap akan semakin meningkat. Salah satu yang diatur dalam Permen ini adalah memperluas pengguna PLTS Atap dan meningkatkan nilai keekonomian PLTS Atap," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi.

Regulasi itu disebut akan melibatkan peran masyarakat dalam penggunaan energi baru terbarukan (EBT) melalui PLTS Atap, mencapai target kapasitas PLTS Atap dengan memperhatikan sistem ketenagalistrikan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum atau IUPTLU, menjaga kestabilan sistem ketenagalistrikan dan lainnya. [EFI]

Artikel Asli