Waduh, Stok Vaksin di Lombok Barat hanya Sampai Besok

lombokpost | Nasional | Published at 16/08/2021 16:50
Waduh, Stok Vaksin di Lombok Barat hanya Sampai Besok

GIRI MENANG Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat Hj Ni Made Ambaryati mengatakan, vaksin di Lobar diperkirakan hanya bisa bertahan hingga Selasa (17/8/2021) mendatang. Kondisi ini disebabkan stok vaksin yang kembali limit dan belum ada dropping.

Dari data terakhir, vaksinasi di Lobar baik dosis I maupun dosis II masih menyentuh angka 15,4 persen, dari kouta 530.726 jiwa yang harus divaksin. Demikian juga untuk tenaga kesehatan yang menjalani vaksinasi jenis Moderna, di Lobar baru 875 orang Nakes yang sudah divaksin dari target 1.600 orang.

Tentunya masih sangat kurang, dimana tenaga kesehatan di Lobar secara keseluruhan berjumlah 2.457 orang, bebernya.

Di sisi lain, ratusan warga di Kecamatan Batulayar, Lombok Barat batal divaksin. Karena animo masyarakat yang datang melebihi ketersediaan vaksin yang ada, kata Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S Wibowo di sela-sela kegiatan vaksinasi, Sabtu (14/8/2021).

Untuk itu, Kapolres menekankan saat ini hingga beberapa hari ke depan, jajaran Polres Lombok Barat siap membackup Pemkab Lombok Barat mengatasi kekurangan vaksin. Sinergi TNI-Polri dan pemkab, sangat dibutuhkan dalam upaya percepatan vaksinasi.

Salah satu langkah, vaksin yang dijatahkan untuk Polri akan didistribusikan kepada masyarakat, terangnya.

Bagus menerangkan, animo masyarakat untuk ikut pelaksanaan vaksinasi sangat tinggi. Terlihat dari pelaksanaan vaksinasi di beberapa gerai vaksinasi di Kecamatan Batulayar, Sekotong, Lembar, dan Labuapi.

Dari kapasitas gerai (daya tampung orang) sebanyak 600 orang ini, yang berhasil melakukan vaksinasi hanya 513 orang, terdiri dari 10 orang vaksin tahap I dan 503 orang vaksin tahap II.

Harapan kedepan, agar dropping vaksin lebih banyak lagi. Sehingga masyarakat Lobar yang mendapat layanan vaksinasi bisa lebih banyak, terangnya.

Sementara Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid mengatakan, jatah vaksin untuk Kabupaten Lombok Barat masih sangat kurang. Bila dibandingkan dengan daerah lainnya.

Tentunya ini berhubungan dengan jatah vaksin oleh Pemerintah Provinsi NTB, dan pemerintah pusat ke Kabupaten Lombok Barat, ungkapnya.

Menurut bupati, seharusnya Lobar menjadi bagian dari Kabupaten yang diprioritaskan dalam vaksinasi. Dilihat dari letak geografis, posisinya melingkari Kota Mataram.

Karena itu, seharusnya vaksinasi di Kota Mataram harus dipararelkan dengan Lobar. Saat ini tingkat vaksinasi di Kota Mataram tinggi, sedangkan di Lombok Barat masih rendah, ujarnya.

Untuk itu, Fauzan berharap kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar ini menjadi perhatian. Menurutnya, saat ini vaksinasi sangat penting dalam upaya mengurangi penyebaran Covid-19.

Semoga ini menjadi pertimbangangan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk segera mendistribusikan vaksin ke Lombok barat, kata dia. (nur/r3)

Artikel Asli