Mengenal Hidrokuinon, Kandungan Skincare yang Bisa Bikin Ketergantungan

urbanasia.com | Nasional | Published at 16/08/2021 17:00
Mengenal Hidrokuinon, Kandungan Skincare yang Bisa Bikin Ketergantungan

Jakarta - Skincare merupakan hal yang diperlukan untuk menjaga kulit tetap sehat. Namun, bagaimana jadinya apabila skincare yang kita gunakan justru memberikan efek yang kurang baik terhadap kulit kita?

Salah satu efek buruk yang dapat ditimbulkan adalah ketergantungan. Beberapa kandungan yang ada dalam skincare ternyata dapat menyebabkan ketergantungan yang nantinya dapat berakibat buruk untuk kulit. Salah satu kandungan tersebut dikenal dengan nama hidrokuinon.

Melalui video yang diunggah di YouTube, dr Richard Lee mengatakan bahwa hasil yang cepat dan instan menjadi penyebab di balik tingginya penggunaan skincare berbahaya di Indonesia. Ia pun mengibaratkan produk skincare berbahaya yang mengandung hidrokuinon sebagai narkobanya kulit.

Alasannya karena skincare berbahaya tersebut seperti narkoba. Hidrokuinon memberikan hasil baik untuk kulit di awal, tetapi dapat memberikan efek samping seperti ketergantungan yang luar biasa.

"Jadi kalau pakai obat kulit itu dua minggu sudah glowing, kayak porselen, dipamerin, flek hilang, kalau jerawat, jerawatnya sembuh kalau pakai itu," tutur dr Richard, dikutip dari kanal YouTubenya, Senin (16/8/2021).

Padahal, hasil kulit yang bagus dari penggunaan skincare abal-abal itu didapatkan dengan cepat, tetapi dengan dampak yang tak kalah menakutkannya. Menurut dr Richard, krim racikan yang digunakan dalam waktu yang lama bisa membuat wajah iritasi dan memerah.

"Kalau sudah pakai terlalu lama, nih, hidrokuinon, asam retinoat, steroid, begitu dia lepas dia pasti akan kusam. Pasti akan breakout," ujar dr Richard.

"Dan akan dapat efek samping dari hidrokuinon, yaitu okronosis (kehitaman di wajah). Begitu steroidnya dilepas, akan terjadi apa? Akan terjadi bruntusan hebat. Wajah juga bisa memerah seperti udang rebus," lanjutnya.

Bos klinik kecantikan Athena itu selalu menekankan dalam berbagai unggahannya, penggunaan skincare berbahaya akan membuat skin barrier atau kulit bagian luar terkikis.

"Ketika stop, (wajahnya) hancur parah. Karena sistemnya bukan untuk flek, itu mengikis lapisan terluar. Lapisan luar kulit terkelupas semua. Jadinya (kulit) putih," ujar dr Richard.

Awal-awal menggunakan krim wajah yang mengandung hidrokuinon ini, kita akan merasa wajah menjadi glowing dan flek hitam di wajah yang memudar. Akan tetapi, krim wajah ini nantinya akan membuat ketergantungan jika mencoba menghentikannya atau akan terus naik dosis apabila terus digunakan.

Terakhir, dr Richard juga menyarankan agar lebih selektif dalam memilih skincare, khususnya krim wajah. Ia menekankan untuk tidak menilai skincare hanya dari seberapa cepat efek atau hasil dari produk tersebut, tetapi dari bahan serta zat-zat yang terkandung di dalamnya.

 

Artikel Asli