Holding BUMN Jasa Survei Dorong UMKM Naik Kelas, Begini Caranya

rm.id | Nasional | Published at 16/08/2021 16:25
Holding BUMN Jasa Survei Dorong UMKM Naik Kelas, Begini Caranya

BUMN Holding Jasa Survei berkomitmen mendorong pelaku UMKM naik kelas. Mulai dari penyerahan bantuan kepada para peternak sapi di Semarang oleh PT Sucofindo (Persero) hingga sosialisasi Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi UMK Mitra Binaan.

Direktur Utama Sucofindo, Mas Wigrantoro Roes Setiyadi mengatakan, bantuan ke peternak sapi ini berupa pinjaman modal kerja dengan total nilai sebesar Rp 1,075 miliar kepada 30 peternak sapi.

Kegiatan penyerahan program ini telah rutin dilakukan sebagai respon dan fokus kami dalam menjalankan program kerja BUMN untuk meningkatkan nilai ekonomi serta dampak sosial terutama di bidang ketahanan pangan, energi, dan kesehatan, ujarnya, melalui siaran pers, Senin (16/8).

Selain itu, pihaknya juga memiliki layanan dalam memberikan sertifikasi untuk produk halal yang diproduksi UMKM, pelatihan penyelia halal UMKM, Sertifikat Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) untuk industri pariwisata, serta Verifikasi TKDN untuk UMKM.

Senada dengan Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero) M. Haris Witjaksono, bahwa pihaknya juga mengadakan sosialisasi Sertifikasi TKDN bagi UMK Mitra Binaan.

Tujuannya, untuk membangkitkan semangat UMKM agar tetap optimis menjalankan usaha di tengah pandemi Covid-19. Serta, menyiapkan insan koperasi agar mempunyai kreativitas dan inovasi yang tinggi untuk menata organisasi dan strategi bisnisnya.

"Program ini ditujukan untuk membantu UMK Mitra Binaan dalam meningkatkan nilai jual dalam menawarkan produk, preferensi harga dalam tender, optimalisasi kapasitas, dan kualitas produk guna meningkatkan daya saing dan memajukan perekonomian nasional," bebernya.

Begitu juga dengan anggota Holding Jasa Survei lainnya, yakni PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) turut memberikan bantuan kepada UMKM di bidang makanan dan minuman, antara lain Cia-Cia (snack dan kue kering) dan Ikomori (minuman teh & kopi kemasan) pada akhir Agustus dan September 2021.

Direktur Utama BKI, Rudiyanto berharap, bantuan tersebut dapat membantu UMKM menjalankan dan memasarkan produksinya kembali. Setelah berhenti berproduksi karena dampak Covid-19, yang telah mengakibatkan penurunan omzet.

"Kegiatan ini bentuk tanggung jawab BUMN Hoding Jasa Survei untuk menggiatkan kembali UMKM yang produktifitasnya menurun akibat kondisi Pandemi," akunya.

Ia menilai, peran UMKM di Indonesia sangat nyata dan besar karena selain jumlahnya yang sangat banyak, UMKM juga mampu berperan menjadi stabilisator ekonomi dalam menghadapi ancaman krisis dan resesi perekonomian global.

Karenanya, melalui peringatan hari UMKM Nasional pada 12 Agustus lalu, bisa menjadi momentum untuk bangkit, baik dalam inovasibisnismaupun, kapasitas pelaku UMKM itu sendiri.

"Ke depannya, UMKM diharapkan dapat mengembangkan konsep-konsep baru dalam berwirausaha dengan mengedepankan prinsip-prinsip utilitas danbusiness sustainable, sebagaimana telah dijalankan UMKM di belahan dunia lainnya," tandasnya. [ IMA ]

Artikel Asli