Nah lho. . Harga Tes PCR di Banjarmasin Belum Turun, Dibanderol Jutaan Rupiah!

apahabar.com | Nasional | Published at 16/08/2021 16:18
Nah lho. . Harga Tes PCR di Banjarmasin Belum Turun, Dibanderol Jutaan Rupiah!

apahabar.com, BANJARMASIN Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar tarif tes polymerase chain reaction atau PCR segera turun. Kendati demikian, nyatanya hal tersebut belum berlaku di Kota Banjarmasin.

Pantauan apahabar.com, masih ada klinik dan rumah sakit yang membanderol tes PCR di atas Rp550 ribu. Bahkan di atas Rp1 juta.

Di salah satu klinik di kawasan Jalan Ahmad Yani, misalnya, harga tes PCR dibanderol Rp690 ribu hingga Rp900 ribu.

Kalau untuk yang satu hari hasilnya keluar harganya Rp900.000. Sementara untuk yang hasil keluar besok itu Rp690.000, kata kepala cabang klinik tersebut, Senin (16/8).

Menanggapi instruksi presiden, dokter tersebut berjanji akan segera melakukan penyesuaian.

Kita akan koordinasi dulu sama vendor-vendor supaya bisa secepatnya menyesuaikan harga, katanya.

Sementara di salah satu rumah sakit di kawasan serupa, tes PCR masih dihargai senilai Rp900 ribu bahkan hingga 1,2 juta.

Itu untuk yang mau bepergian. Kalau untuk penanganan Covid-19 gratis, kata kepala RS tersebut.

Terkait penyesuaian harga, dokter itu masih menunggu surat edaran dari Kementerian Kesehatan.

Kalau sudah ada surat edaran, akan kita sesuaikan, katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar tarif tes PCR Covid-19 segera turun.

Saya sudah berbicara dengan Menteri Kesehatan mengenai hal ini, saya minta agar biaya tes PCR ini berada di kisaran antara Rp 450.000 sampai Rp 550.000, Jokowi dalam keterangan resminya, Minggu (15/8).

Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI), Lia G. Partakusuma, dilansir Kontan, mengatakan pemerintah mempunyai wewenang untuk mengatur harga tes PCR.

Persi meminta dalam menentukan harga jual, pemerintah mesti memperhitungkan biaya operasional kebutuhan laboratorium seperti ruang lab khusus molekuler dan lainnya, karena ruang lab punya standar keamanan yang cukup tinggi dengan peralatan yang memenuhi standar.

Lantas, bagaimana respons Ibnu Sina?

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya:

Artikel Asli