Elektabilitas Moncer, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Laris Manis,

wartaekonomi | Nasional | Published at 16/08/2021 15:18
Elektabilitas Moncer, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Laris Manis,

Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menempati urutan pertama di sejumlah hasil suvei. Seperti salah satunya yang dilakukan oleh New Indonesia Research & Consulting. Elektabilitas Ganjar ada di angka 20 persen dan berhasil mengungguli Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Bwgitu juga hasil survei nasional yang dilakukan Charta Politika, Ganjar memiliki elektabilitas 20,6 persen dan diikuti Anies di posisi kedua dengan 17,8 persen. Dari dua hasil survei tersebut, dapat dilihat bahwa tokoh yang menjadi sorotan sebagai Capres 2024 nanti sebagian besar bukan Ketua Umum Partai Politik.

"Salah satu klaster yang menjadi sorotan untuk tokoh capres saat ini bukan lagi dari ketua umum partai melainkan dari sosok kepala daerah. Yang paling banyak mendapat simpati saat ini adalah Ganjar dan Anies," kata Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin pada Senin 16 Agustus 2021.

Ia menyebutkan keduanya memiliki background yang kurang lebih sama dan dianggap bisa mewakili masyarakat saat ini yang tengah menghadapi masalah ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, kesehatan serta pola birokrasi.

"Keduanya dianggap bisa mewakili suara masyarakat saat ini dan memperoleh hasil survei yang baik. Dua-duanya sama-sama aktivis,sama-sama dari UGM, dan punya program serta output yang konkretdibandingkan nama-nama kandidat lainnya dalam hasil survei elektabilitas," lanjut dia.

Ujang Komarudin yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) menyebutkan keduanya belum resmi dipilih oleh partai politik. Kendaraan Ganjar memang dari PDI Perjuangan, namun partai kepala banteng moncong putih ini belum resmi menunjuk Ganjar, sementara Anies tidak memiliki kendaraan politik.

Ia menyebutkan peta perjalanan menuju Pilpres 2024 sebenarnya sudah akan dimulai pada tahun depan 2022 . Di mana sejak 20 bulan sebelum dilaksaakanpilpres partai politik sudah mulai bergerak untuk mencari kandidat terbaik yang diusung partainya.

"Politik menuju Pilpres 2024 itu tidak lama, semua akan cepat dan dinamis, apalagi incumbent tidak bisa berpartisipasi kembali dalam Pemilu 2024. Apalagi beberapa waktu terakhir partai politik sudah mulai bergerak memperkenalkan sosok pimpinan partai mereka masing-masing," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyebutkan sifat survei elektabilitas masih amat dinamis. Semua datamasih bisa berubah.

"Survei sifatnya dinamis, bisa saja berubah, bila dulu nama Prabowo Subianto paling unggul sekarang justru Ganjar dan Anies berada di posisi terdepan dari segi keterpilihan (elektabilitas)," jelas Adi Prayitno.

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah ini menilai nama Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan memang merupakan dua kutub yang saling bersaingan satu dengan lainnya. Hal inilah yangkata Adi Prayitno yang membuat persepsi publik terhadap kandidat terkuat Capres di 2024 terkunci pada kedua sosok Gubernur tersebut.

"Ini membuat survei menempatkan keduanya tertinggi. Pemberitaan di media menempatkan Ganjar dan Anies selalu di spotlight paling sering. Untuk kandidat lainnya ada, tapi yang mendominasi tetap Ganjar dan Anies," kata Adi.

Dia menambahkan, "Kemungkinan bisa ada empat paslon (capres-cawapres). PDI Perjuangan bisa mengusung sendiri. Namun jumlah poros Parpol bisa hanya dua Paslon apabila tidak ada jagoan figur dan logistik yang dominan," ujar Adi.

Sementara itu pengamat Komunikasi Politik, Emrus Sihombing menyebutkan kedua kandidat memiliki peluang cukup besar apabila dilihat dari statistik kuantitatif.

"Ada ketakutan partai politik apabila tidak mengusung calon dengan elektabilitas tertinggi maka perolehan suara partai akan rendah," ujar Emrus Sihombing.

Saat ini, publik sedang menilai prestasi dan kinerja keduanya Ganjar dan Anies dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah di wilayahnya masing-masing. Dia menyebutkan, sosok pemimpin daerah khusus gubernur memiliki kans baik di Pilpres seperti yang terlihat pada Presiden Jokowi di 2014.

"Sebaiknya setiap partai politik memiliki kader terbaiknya sejak dini sehingga masyarakat dapat menilai rekam jejaknya dalam menjalankan tugas secara leluasa dan tidak mengumumkan di menit-menit terakhir," ujar Emrus.

Artikel Asli