Petani di Asahan Diajak Buat Mikroorganisme Lokal

republika | Nasional | Published at 16/08/2021 15:26
Petani di Asahan Diajak Buat Mikroorganisme Lokal

REPUBLIKA.CO.ID, ASAHAN - Untuk membantu peningkatan produktivitas pertanian di Daerah Irigasi (DI) Serbangan, Desa Rawang Pasar IV, Kabupaten Asahan, Kementerian Pertanian melalui program Sekolah Lapang IPDMIP mengajak petani untuk membuat mikroorganisme lokal.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, peningkatan produktivitas adalah hal yang sangat penting. "Pertanian harus mampu memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat Indonesia. Artinya, produktivitas harus terjaga, bahkan harus ditingkatkan. Untuk itu, kita akan memaksimalkan semua program yag ada di Kementan, salah satunya program IPDMIP," tuturnya akhir pekan lalu.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menerangkan lebih lanjut mengenai hal tersebut.

"Dalam kondisi apa pun pertanian tidak boleh bermasalah, pertanian tidak boleh berhenti. Petani harus turun ke lapang, penyuluh pun harus turun ke lapang untuk mendampingi petani dan memastikan produksi pertanian tidak terganggu," katanya.

Dedi menambahkan, salah satu faktor yang bisa meningkatkan produktivitas pertanian adalah SDM.

"Faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas pertanian adalah SDM, baik petani, penyuluh, petani milenial, poktan, maupun gapoktan. Jadi, kalau ingin meningkatkan produktivitas, tingkatkan dahulu kapasitas SDM pertanian," jelasnya.

Salah satu upaya Kementan untuk meningkatkan produktivitas adalah melalui kegiatan Sekolah Lapang IPDMIP, seperti yang dilaksanakan di DI Serbangan, Desa Rawang Pasar IV, Asahan. Tepatnya pada Kelompok Tani Dahlia.

Pada pertemuan ke-9 ini, yang digunakan adalah varietas Inpari 32, yang merupakan benih hasil swadaya. Petani diajak membuat MOL atau Mikroorganisme Lokal. Fasilitator adalah Uni Surung, PPL Rawang Pasar IV.

Artikel Asli