Jokowi: Pandemi Covid-19 Seperti Kawah Candradimuka

republika | Nasional | Published at 16/08/2021 14:14
Jokowi: Pandemi Covid-19 Seperti Kawah Candradimuka

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mengibaratkan pandemi Covid-19 seperti Kawah Candradimuka. Jokowi menjelaskan, itu karena pandemi Covid-19 tidak hanya memberi ujian, tetapi juga mengajarkan sekaligus mengasah kesiapan seluruh bangsa, termasuk Indonesia.

"Pandemi itu seperti kawah candradimuka yang menguji, yang mengajarkan, dan sekaligus mengasah. Pandemi memberikan beban yang berat kepada kita, beban yang penuh dengan risiko, dan memaksa kita untuk menghadapi dan mengelolanya," kata Jokowi dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD RI, Senin (16/8).

Jokowi mengatakan, pandemi Covid-19 telah membuat semua pilar kehidupan masyarakat diuji dan juga sekaligus mengasah semua pilar kekuatan. Mulai dari ketabahan, kesabaran, ketahanan, kebersamaan, kepandaian, dan kecepatan.

Karena itu, Jokowi menilai ujian dan asahan menjadi dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan dalam pandemi Covid-19. "Bukan hanya beban yang diberikan kepada kita, tetapi kesempatan untuk memperbaiki diri juga diajarkan kepada kita. Tatkala ujian itu terasa semakin berat, asahannya juga semakin meningkat. Itulah proses menjadi bangsa yang tahan banting, yang kokoh, dan yang mampu memenangkan gelanggang pertandingan," kata Jokowi.

Karena itu, Jokowi berharap pandemi Covid-19 bisa segera dilewati bangsa Indonesia dengan perjuangan semua pihak. Ini mengingat, pengalaman dan perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang telah melalui etape-etape ujian yang berat, mulai sejak Kemerdekaan RI, hingga resesi dan krisis setelah Indonesia merdeka, juga berhasil dilampaui.

"Setiap ujian memperkokoh fondasi sosial, fondasi politik, dan fondasi ekonomi bangsa Indonesia. Setiap etape memberikan pembelajaran dan sekaligus juga membawa perbaikan dalam kehidupan kita," katanya.

Menurutnya, pandemi Covid-19 telah memacu semua pihak untuk berubah, mengembangkan cara-cara baru, meninggalkan kebiasaan lama yang tidak relevan, dan menerobos ketidakmungkinan. Saat ini, masyarakat dipaksa untuk membangun normalitas baru, mulai dari memakai masker, menjaga jarak, tidak bersalaman, dan tidak membuat keramaian.

Selain itu, kebiasaan baru lainnya saat Pandemi Covid-19 yakni bekerja dari rumah, belanja daring, pendidikan jarak jauh, serta rapat dan sidang secara daring. "Di tengah dunia yang penuh disrupsi sekarang ini, karakter berani untuk berubah, berani untuk mengubah, dan berani untuk mengkreasi hal-hal baru, merupakan fondasi untuk membangun Indonesia Maju. Adanya Pandemi Covid-19 sekarang ini, akselerasi inovasi semakin menyatu dalam keseharian kehidupan kita," kata Jokowi.

Artikel Asli