Menko Airlangga: Dukungan Ulama Penting Untuk Penanganan Covid-19

rm.id | Nasional | Published at 16/08/2021 13:51
Menko Airlangga: Dukungan Ulama Penting Untuk Penanganan Covid-19

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, dukungan ulama merupakan hal penting dalam penanganan pandemi Covid-19.

Untuk itu, Airlangga meminta doa dan dukungan para Habaib, Ulama dan Kiai, agar langkah dan kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi dapat berjalan dengan baik. Salah satunya, upaya vaksinasi.

"Kami mohon dukungannya dari para Habaib, Ulama, dan Kiai untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin itu halal dan aman," ujar Airlangga dalam acara Indonesia Bersholawat' dalam rangka memperingati 1 Muharram 1443 Hijriyah dan Kemerdekaan Indonesia ke-76 tahun dengan tema 'Merdeka dan Hijrah dari Covid-19' bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, dikutip Senin (16/8).

Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu menjelaskan, pemerintah tengah berupaya meningkatkan program vaksinasi nasional dengan target 2 juta sampai 2,5 juta per hari agar kekebalan komunitas segera terwujud.

Selain itu, pemerintah terus mendorong upaya isolasi mandiri yang terpusat di setiap desa/kelurahan dan kecamatan didampingi dengan tenaga kesehatan, sehingga pasien Covid-19 dapat terpantau dengan baik.

"Pemerintah berusaha untuk terus mengendalikan pandemi secara terintegrasi dan diharapkan akan mengurangi kasus aktif ke tingkat yang bisa ditolerir dan memberikan ruang pelonggaran tekanan pada fasilitas kesehatan, rumah sakit, oksigen dan obat obatan," imbuh Menko Airlangga yang hadir bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan, kerja keras dan ikhtiar pemerintah bisa berhasil jika dilakukan bersama-sama dengan seluruh masyarakat Indonesia.

"Disertai dengan doa yang terus kita panjatkan kepada Allah SWT dan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, semoga ikhtiar kita mendapatkan ridho Allah SWT sehingga badai ini segera berlalu dan kita segera keluar dari krisis kesehatan ini," ucapnya.

Sementara dari segi ekonomi, ditambahkan Airlangga, kerja keras pemerintah dan semua pihak untuk memulihkan ekonomi pada kuartal II-2021 membuahkan hasil, yakni pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 7,07 persen. Angka ini merupakan kerja keras bersama seluruh komponen bangsa.

"Dengan pertumbuhan ini, prospek pemulihan ekonomi Indonesia pasca-pandemi menjadi salah satu yang terbaik di Asia. Pertumbuhan yang bagus ini membuktikan bahwa walaupun kita berada dalam situasi yang memprihatinkan akibat pandemi Covid-19, kita mampu dan terus berusaha untuk bangkit," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf meminta masyarakat tidak menebarkan kebencian yang memperburuk situasi, terutama di tengah pandemi seperti sekarang.

"Jangan ada suudzon di antara kita. Indonesia sudah capek dengan suudzon dan cacian. Dan menebarkan kebencian di antara kita, cukup. Sudah nggak usah. Karena semua saudara kita adalah orang-orang baik dan ingin menuju kepada kebaikan," imbaunya.

Menurut Habib Syech, daripada mengucapkan kalimat yang tidak baik, lebih baik masyarakat memanjatkan doa dan sholawat, Sholawat diharapkan dapat menjadi sarana untuk mencari ridho Allah agar segala permasalahan yang dialami Indonesia dapat teratasi.

"Semoga perubahan-perubahan terjadi di negeri yang kita cintai, terutama Corona akan menyingkir dan kita akan hidup normal kembali. Insyaallah ke depan Indonesia tambah maju, Indonesia tambah selamat, Indonesia penuh dengan rahmat," harap Habib Syech.

Acara yang digelar dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat ini dihadiri Pimpinan Majelis AH KH Nusron Wahid dan Ketua Komisi XI DPR, Dito Ganindito serta 16 Kiai dan Habaib.

Antara lain, Habib Hasan bin Anis bin alwi Al Habsyi, KH Agoes Ali Masyhuri (Pengasuh Ponpes Bumi Sholawat, Sidoarjo, KH Anwar Iskandar (Ponpes Al Amin Kediri, KH Abdul Karim) dan Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur, KH Ahmad Fahrur Rozi. Sementara itu, Kiai se-Solo Raya akan menghadiri dari kediamannya masing-masing secara daring. [TIF]

Artikel Asli