Semester I, BNI Kantongi Laba Rp 5 T

rm.id | Nasional | Published at 16/08/2021 11:53
Semester I, BNI Kantongi Laba Rp 5 T

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sukses mencatat laba bersih pada semester I-2021 sebesar Rp 5 triliun. Jumlah tersebut naik 12,8 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Perseroan juga menghasilkan Pre-Provisioning Operating Profit (PPOP) yang terus tumbuh dalam lima kuartal terakhir. Di mana pada semester I-2021 mencapai puncaknya dengan pertumbuhan 24,4 persen secara year on year (yoy) atau sebesar Rp 16,1 triliun.

PPOP yang solid ini ditopang oleh kuatnya pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih (NII) sebesar 18,2 persen secara yoy atau mencapai Rp 19,3 triliun. Ini merupakan dampak dari pertumbuhan kredit sebesar 4,5 persen. Sehingga total kredit BNI mencapai Rp 569,7 triliun pada posisi Juni 2021.

PPOP juga didukung oleh pertumbuhan Pendapatan Non Bunga sebesar 19,2 persen yoy atau Rp 6,8 triliun, yang dihasilkan dari Fee Based Income yang kuat, baik dari pengelolaan rekening dan kartu debit, ATM dan kanal layanan elektronik, trade finance, serta marketable securities.

"BNI juga mencatatkan penyaluran kredit yang sehat dengan didominasi oleh sektor-sektor usaha prospektif dengan risiko rendah, baik pada segmen Business Banking maupun Consumer Banking ," imbuh Direktur Utama BNI Royke Tumilaar dalam Public Expose 1H 2021 secara Virtual, Senin (16/8).

Kredit pada Segmen Business Banking mencapai Rp 475,6 triliun atau tumbuh 3,5 persen yoy. Pertumbuhan tertinggi berada pada segmen small business sebesar 20,6 persen yoy dengan baki debet mencapai Rp 91 triliun, diikuti Corporate Private sebesar 7,9 persen yoy dengan Baki Debet mencapai Rp 179,1 triliun.

Adapun kredit pada segmen Consumer Banking mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,4 persen yoy atau mencapai Rp 92,8 triliun. Kredit Tanpa Agunan yang berbasis payroll mencatat pertumbuhan 19,6 persen yoy atau sebesar Rp 32,7 triliun, dan disusul oleh kredit pemilikan rumah yang tumbuh 6,3 persen yoy atau Rp 47,6 triliun.

"Pertumbuhan kredit consumer juga dapat mengindikasikan mulai bergairahnya konsumsi masyarakat yang menopang pertumbuhan PDB Nasional," tegas Royke.

Tak hanya itu sambungnya, sejalan dengan mandat pemegang saham kepada perseroan untuk fokus menjadi bank dengan kapabilitas internasional yang unggul, selama Semester I-2021 juga tercermin dari kontribusi bisnis terkait pada pendapatan perseroan.

Fee Based Income yang bersumber dari surat berharga tercatat tumbuh 115,4 persen yoy atau mencapai Rp 1 triliun. Begitu juga dengan Fee Based Income yang bersumber dari layanan Trade Finance , tumbuh 20,4 persen yoy atau mencapai Rp 732 miliar. [ DWI ]

Artikel Asli