Kawasan Malioboro dan Tugu Masih Akan Gelap

radarjogja | Nasional | Published at 16/08/2021 11:14
Kawasan Malioboro dan Tugu Masih Akan Gelap

RADAR JOGJA Semakin menurunnya mobilitas masyarakat selama penerapan PPKM. Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, mulai menyalakan beberapa lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).

Kepala DPUPKP Kota Jogja Hari Setyawacana mengatakan, penyalaan atau pengaktifan kembali lampu PJU itu melihat dengan mobilitas yang semakin menurun di Kota Jogja. Namun, tidak serta merta semua titik akan dinyalakan lampunya dengan waktu bersamaan. Ya sebagian ada yang sudah kami nyalakan. Tapi sebagian masih kami terapkan (pemadaman), katanya belum lama ini.

Hari menjelaskan beberapa titik PJU yang akan mulai dinyalakan kembali ini yaitu di Jalan Kusumanegara dan Jalan di wilayah Gedongkuning. Meski begitu, sembari berjalan penyalaan akan dilakukan evaluasi terkait hasil pemadaman beberapa minggu terakhir ini. Jika malah menimbulkan kerumunan dan meningkatkan mobilitas pengendara nanti, akan kami ambil kebijakan yang sama, ujarnya.

Namun demikian, lampu PJU yang berada di titik kawasan yang masih berpotensi menimbulkan kerumunan akan tetap dipadamkan mulai pukul 20.00. Titik ini seperti di Jalan Malioboro dan Jalan Diponegoro. Lampu PJU dan lampu taman akan dipadamkan selama penerapan PPKM Level 4 hingga 16 Agustus mendatang. Ya, yang berpotensi akan banyak orang berkumpul tetap kami padamkan. Jangan sampai lokasi itu terjadi penularan, jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho mengatakan tingkat mobilitas lalu lintas pengendara selama PPKM diterapkan turun mencapai 30 persen. Selebihnya, hanya tinggal mobilitas lokal masyarakat yang bersifat esensial. Masih kami hitung penurunan mobilitas 30 persen sampai saat ini. Jadi langkah ini juga menekan masyarakat agar tidak perlu banyak keluar untuk mengurangi penyebaran Covid-19, tambahnya.

Pun pintu-pintu masuk menuju Kota Jogja, kata Agus juga masih dilakukan penutupan. Diharapakan dengan kebijakan ini mampu meminimalisasi kasus baru Covid-19 di Kota Jogja. (wia/pra)

Artikel Asli