Rencana Mataram Buka Sekolah Batal Lagi

lombokpost | Nasional | Published at 16/08/2021 11:06
Rencana Mataram Buka Sekolah Batal Lagi

MATARAM -Kabar mengejutkan disampaikan Kepala Disdik Mataram HL Fatwir Uzali pada Lombok Post, (15/8). Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, yang sejatinya akan mulai dilakukan dalam pekan ini, ditunda.

Yang semula kita rencanakan mulai tanggal 16 Agustus kita harus menunda beberapa hari saja, ungkapnya.

Penundaan itu disebutnya, mengacu hasil monitoring dan evaluasi (monev). Masih ditemukan sejumlah sekolah, terutama jenjang TK dan SD yang belum menyempurnakan, sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan (prokes). Padahal ini penting, dalam rangka pencegahan penyebaran Korona.

Pekan lalu kami pikir, sudah cukup bagi sekolah dalam mempersiapkan segalanya, namun ternyata kita membutuhkan waktu lagi, khususnya bagi TK dan SD ini, jelas mantan kepala SMAN 1 Mataram ini.

Diakuinya, masih banyak yang belum maksimal. Berkaca dari hal itu, Disdik Mataram tentu tidak bisa gegabah. Bahkan tidak bisa mengabaikan kondisi tersebut. Ada persiapan teknis dan persiapan koordinasi, kami ingin segala sesuatunya menjadi lebih koordinatif antarseluruh elemen, terangnya.

Upaya ini sangat menjadi perhatian, lantaran pelaksanaan pembelajaran saat ini, masih berada pada kondisi darurat pandemi. Kami ingin semua sekolah punya persiapan yang cukup, tepat dan terukur, ujarnya.

Dirinya meminta masyarakat, terutama orang tua atau wali peserta didik, bersabar sekaligus menghormati keputusan ini. Supaya semuanya nyaman dan aman, baik dari kaca mata pemerintah, sekolah dan orang tua, jelas Fatwir.

Bagi satuan pendidikan yang sudah melaksanakan poin-poin arahan, diminta memeriksa kembali. Agar lebih mantap, dan jangan lupa terus sosialisasikan hal ini kepada masyarakat, kata dia.

Pihaknya juga terus memantau perkembangan Covid-19. Kita berharap Covid-19 yang saat PPKM ini pada level 3, mengalami perubahan baik lagi. Semoga turun ke level 2, pungkasnya.

Terpisah, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) wilayah NTB Ermawanti mengatakan, penundaan menjadi kesempatan bagi guru. Mereka harus lebih mempersiapkan diri lagi, terutama mengenai materi bahan ajar.

Saya pikir guru-guru kita sudah terbiasa dengan perubahan ini, karena kita sudah masuk tahun kedua saat mengajar seperti ini, ujarnya.

Namun tetap saya berharap guru-guru tetap kreatif dan inovatif dalam mengemas pembelajaran, sarannya. (yun/r9)

Artikel Asli