Ada Program, Penggunaan Bisa Dipertanggungjawabkan

radarjogja | Nasional | Published at 16/08/2021 10:51
Ada Program, Penggunaan Bisa Dipertanggungjawabkan

RADAR JOGJA Sebanyak 45 kelurahan di Kota Jogja akan menerima tambahan anggaran untuk mendukung program penanganan Covid-19. Masing-masing menerima Rp 50 juta hingga Rp 75 juta, berasal dari dana keistimewaan DIJ.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Jogja Taokhid mengatakan, dana yang akan diterima setiap kelurahan berbeda-beda sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan sebelumnya oleh Pemprov DIJ. Proposal dari seluruh kelurahan sudah disampaikan ke Pemprov. Penyampaian paling lambat Kamis lalu (12/8), katanya.

Taokhid menjelaskan adanya pemberian tambahan anggaran itu karena tiap wilayah memiliki pelaksanaan program Jaga Warga. Kelurahan dengan lebih dari 50 persen kampung sudah memiliki Jaga Warga berhak menerima bantuan Rp 75 juta.

Sementara kelurahan dengan kurang dari 50 persen kampung memiliki Jaga Warga akan mendapat bantuan Rp 50 juta. Ya, tambahan bantuan penanganan Covid-19 dari danais ini memang dilakukan melalui jalur program Jaga Warga, ujarnya.

Menurutnya, tiap kelurahan dapat memanfaatkan bantuan dari dana keistimewaan untuk berbagai kebutuhan, mulai kegiatan pencegahan, penanganan hingga pemberdayaan masyarakat untuk pemulihan ekonomi. Demikian pula agar penyaluran bantuan bisa dilakukan lebih cepat, maka anggaran masuk dalam pos biaya tidak terduga (BTT) di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ dengan kuasa pengguna anggaran oleh Satpol PP DIJ.

Bisa digunakan untuk pengadaan disinfektan dan alat pelindung diri guna penyemprotan di wilayah. Atau bisa digunakan membeli sembako yang kemudian diberikan kepada warga terdampak, jelasnya.

Namun untuk pemanfaatan pembelian sembako kelurahan diimbau cermat dan teliti agar tidak terjadi duplikasi penerima bantuan sembako. Sebab, pemerintah juga sudah memiliki program bantuan yang sama. Bisa juga untuk penguatan tim kubur cepat (TKC) dan penguatan program Jaga Warga itu sendiri, terangnya.

Pemberian tambahan bantuan dana penanganan Covid-19 itu diyakini akan sangat membantu kelurahan untuk penanganan pandemi. Diklaim selama ini memang ada keterbatasan anggaran di kelurahan, sehingga praktis kelurahan hanya mengandalkan kegiatan dan program dari OPD untuk penanganan Covid-19.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan, penyusunan program penanganan Covid-19 dengan memanfaatkan dana keistimewaan harus dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi di masing-masing kelurahan. Sehingga dimungkinkan program antarkelurahan tidak sama.

Yang paling penting adalah harus ada programnya terlebih dulu, sehingga pelaksanaannya pun bisa terarah dan nantinya penggunaan dana bisa dipertanggungjawabkan, katanya.

Program yang sudah disusun oleh tiap kelurahan itu kemudian dilaporkan ke Pemkot Jogja melalui asisten kesejahteraan rakyat, sehingga pemerintah bisa melakukan pemantauan dan mengetahui perkembangan pelaksanaan program. Tentu saja nantinya pelaksanaan program ini harus diakhiri dengan evaluasi. Apakah program bisa dilakukan dengan baik, dan bagaimana dampaknya ke masyarakat, tambahnya. (wia/laz)

Artikel Asli