Jokowi Pakai Baju Badui Di Sidang Istimewa MPR, Tetua Adat Happy

rm.id | Nasional | Published at 16/08/2021 10:18
Jokowi Pakai Baju Badui Di Sidang Istimewa MPR, Tetua Adat Happy

Tetua adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Jaro Saija merasa bangga, Presiden Jokowi menggunakan pakaian busana Badui dalam Pidato Sidang Tahunan Bersama MPR, DPR dan DPD di Jakarta.

"Kami tentu memberikan penghargaan besar terhadap Bapak Presiden Jokowi yang memakai busana pakaian adat masyarakat Badui, " kata Jaro Saijadi Lebak, seperti dilansir Antara, Senin (16/8).

Penggunaan pakaian busana adat Badui oleh Presiden Jokowi, diharapkan dapat membangkitkan kembali sekitar 2.000 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) masyarakat Badui, yang saat ini terdampak Covid-19.

Bahkan, pelaku UMKM di kawasan hak tanah ulayat tersebut menutup kegiatan usaha, karena tidak lagi dikunjungi wisatawan yang biasanya datang dari berbagai daerah. Seperti Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi.

"Kami yakin, pelaku UMKM akan dibanjiri pesanan setelah Bapak Presiden Jokowi memakai busana Badui itu," tutur Jaro.

Sebagian besar pelaku UMKM masyarakat Badui memproduksi aneka kerajinan tenun, batik Badui, pakaian kampret atau pangsi, selendang, suvenir atau cenderamata, kain pengikat kepala madu dan golok.

Busana yang dipakai Jokowi merupakan pakaian pangsit yang sehari- hari digunakan masyarakat Badui.

'Sebelum pandemi Covid-19, pemukiman masyarakat Badui di Kampung Kadu Ketug selalu ramai, karena warga menggelar dagangan hasil kerajinan pelaku UMKM di bale-bale rumah.

"Kami berharap pelaku UMKM warga Badui itu kembali bangkit, karena orang nomor satu di Indonesia mencintai busana adat masyarakat Badui," jelas Jaro.

Rasa bangga juga diungkaptetua adat masyarakat Badui, Saidi Yunior mengaku dirinya tentu merasa bangga Presiden Jokowi memakai busana adat Badui. Sehingga, akan berdampak terhadap pendapatan pelaku UMKM.

"Pemakaian busana yang digunakan pada Sidang Tahunan MPR, DPR dan DPD itu, mencerminkan Indonesia memiliki keanekaragaman perbedaan suku, adat, bahasa dan keyakinan merupakan simbol kekayaan khasanah budaya yang tidak ternilai," papar Saidi.

"Kita berharap persatuan dan kesatuan lebih kokoh untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," imbuhnya.

Sementara itu, Kudil (40) seorang pelaku UMKM warga Badui mengatakan dipastikan pemakaian busana Badui oleh Presiden Jokowi akan berdampak positif terhadap peningkatan omzet pendapatan para perajin.

Saat ini , harga pakaian busana Badui mulai Rp 100 ribu hingga Rp 450 ribu dan tergantung kualitas.

Busana Badui dikenal simpel, dan memiliki filosofi tersendiri karena masyarakat Badui mencintai alam. Kebanyakan corak pakaian busana Badui didominasi warna hitam, putih dan biru.

"Hari ini, kami sudah menerima pesanan pakaian yang dipakai Jokowi," katanya. [HES]

Artikel Asli