Mantan Dosen Bongkar Sosok Puan Maharani di Kampus, sampai Nyebut Tak Punya Peluang Jadi Presiden

wartaekonomi | Nasional | Published at 16/08/2021 10:03
Mantan Dosen Bongkar Sosok Puan Maharani di Kampus, sampai Nyebut Tak Punya Peluang Jadi Presiden

Nama Ketua DPR RI, Puan Maharani, sedang menjadi perbincangan publik. Hal ini merupakan buntut dari baliho yang memajang wajahnya di setiap provinsi di Indonesia. Kondisi itu juga dikaitkan dengan Puan akan maju dalam pencalonan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Puan yang juga Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pun disebut-sebut akan bersaing keras dengan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dalam pencalonan tersebut.

Di tengah ribut-ribut Puan maju Pilpres 2024, muncul sosok Ade Armando, salah satu dosen yang pernah mengajar Puan semasa di kampus. Sang dosen pun membongkar sisi lain putri Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri itu.

Ade Armando mengakui jika Puan Maharani adalah mahasiswinya di Universitas Indonesia (UI). Ade kemudian menceritakan Puan merupakan mahasiswinya di Komunikasi UI.

Menurut Ade, sosok Puan semasa menjadi mahasiswinya merupakan sosok baik hati dan santun

Dia adalah mahasiswi saya di Komunikasi UI. Yang selalu baik hati, santun dan menyenangkan," ujarnya, dikutip dari Suara.com, Minggu (16/8/2021).

Menurut Ade dalam konstelasi politik saat ini, Puan tidak memiliki peluang untuk menjadi presiden. Pegiat media sosial (medsos) tersebut kemudian membandingkannya dengan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.

"Tapi kalau lihat data, Puan sama sekali tidak berpeluang (jadi presiden). Sementara Ganjar sangat besar peluangnya, kata dia disitat Cokro TV.

Ade mengakui tidak memiliki masalah dengan Puan. Namun baginya, sosok Puan yang memiliki pengalaman sebagai menteri dan Ketua DPR bakal sulit disodorkan sebagai calon presiden di kalangan rakyat.

Dia memang pernah jadi menteri, Ketua DPR, tapi hampir-hampir tak pernah melakukan hal relevan untuk kepentingan masyarakat luas, katanya.

Dia juga menilai, jika PDIP masih kerja keras menggenjot popularitasnya, maka tidak bisa dinilai hanya dengan sekadar menampilkan wajahnya melalui baliho. Karena itu, dia menyarankan agar Puas harus turun ke masyarakat.

Namun, Ade menyatakan, pada posisi tersebut sebenarnya merupakan keunggulan Ganjar yang tak dimiliki Puan, bahkan lawan-lawan lainnya.

Sementara itu, Ganjar dari sudut pandang Ade, tidak membutuhkan baliho seperti yang dilakukan Puan selama ini, lantaran secara fisik, Ganjar dinilai tetap selalu ada di tengah masyarakat.

Mantan Anggota DPR tersebut selalu rajin mengunjungi warga dan bertemu dengan rakyat.

Sementara Puan, bagai putri yang takut kulitnya hitam tersengat matahari, katanya.

Artikel Asli