Kutip Pepatah Jawa, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo: Diobong Ora Kobong

wartaekonomi | Nasional | Published at 16/08/2021 09:42
Kutip Pepatah Jawa, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo: Diobong Ora Kobong

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, mengajak semua lapisan masyarakat saling menguatkan dalam kondisi pandemi Covid-19 pada peringatan hari jadi ke-71 Provinsi Jateng.

"Semua bergerak dan berusaha, berikhtiar sekuat-kuatnya, sebisa-bisanya. Ibarat pepatah Jawa diobong ora kobong, disiram ora teles (dibakar tidak terbakar, disiram tidak basah, red)bahwa seberat apapun cobaan hidup, kita harus kuat dan tangguh menghadapinya," katanya pada upacara peringatan hari jadi ke-71 Provinsi Jateng di halaman kantor Pemprov Jateng, Kota Semarang, Minggu (15/8).

Dia mengingatkan, masa-masa berat seperti ini, yaitu pandemi Covid-19 juga pernah dilewati nenek moyang tanpa menyerah dan kesadaran berperan penting.

"Jika kita sadar bahwa aparatur sipil negara harus melayani, beri pelayanan terbaik pada masyarakat dengan ikhlas dan tidak mengeluh karena ini bukan kerjaan yang sekali selesai, jadi jangan cepat merasa puas dengan yang sudah kita lakukan," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Ganjar, semua pihak harus saling menguatkan dan gerakan ini caranya tidak hanya dengan melakukan hal-hal yang besar. "Kita bisa mulai dengan menyisihkan rezeki untuk jajan, sekadar membeli makanan kecil di warung tetangga atau teman. Ini mungkin kecil bagi kita, tapi bagi warga manfaatnya sangat besar," katanya.

Ganjar menegaskan, Gerakan 'Saling Eling lan Ngelingke' tentang pentingnya protokol kesehatan, termasuk mengingatkan yang menolak vaksin agar mau divaksin. Pada usia ke-71 tahun Provinsi Jateng, kata dia, diharapkan menjadi momentum tepat untuk meningkatkan kesadaran dan meningkatkan kemampuan untuk mewujudkan 'Jawa Tengah Tangguh'.

"Maka ayo, siapkan diri kita, siapkan pikiran, jiwa dan raga kita untuk memasuki era baru. Semoga kita selalu diberi kesehatan dan kekuatan," ujar Ganjar. Upacara peringatan tersebut dilakukan dengan protokol kesehatan ketat dan diikuti peserta terbatas.

Artikel Asli