Polda NTB Gagalkan Peredaran Sabu Kiriman dari Malaysia di Sumbawa

lombokpost | Nasional | Published at 16/08/2021 09:35
Polda NTB Gagalkan Peredaran Sabu Kiriman dari Malaysia di Sumbawa

MATARAM -Dua kurir sabu berinisial BH alias Han, 25 tahun dan KH alias Her, 41 tahun, dibekuk tim Ditresnarkoba Polda NTB, Sabtu (14/8) lalu. Dua pria asal Alas, Sumbawa, itu ditangkap usai mengambil paket sabu yang dikirim dari Malaysia di salah satu jasa pengiriman barang di Jalan Pahlawan, Desa Dalang, Alas, Sumbawa.

Ketua Tim I Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB Iptu Hendry Christianto menerangkan, kasus penyelundupan sabu tersebut terungkap dari laporan masyarakat. Ada narkoba jenis sabu bakal dikirim ke Sumbawa. Laporan itu kembangkan, kata Hendry usai gelar barang bukti di Mapolda NTB, Minggu dini hari (15/8).

Sebelum melakukan penangkapan, polisi membuntuti kedua pelaku. Mereka menggunakan sepeda motor mengambil paket ke kantor jasa pengiriman barang tersebut.

Han masuk mengambil paket. Sementara Her menunggu di luar. Setelah mengambil paket kita langsung melakukan penangkapan, jelas Hendry.

Setelah digeledah, paket tersebut berisi dua tas ransel. Di dalam tas ransel itu ditemukan test kit (alat tes sabu).

Setelah digeledah lebih dalam, masing-masing tas itu berisi satu poket sabu berukuran besar yang dibungkus menggunakan plastik. Setelah kita timbang beratnya 300 gram atau 3 ons, ujarnya.

Hendry menerangkan, barang haram tersebutdikirim dari Malaysia. Han diperintahkan sepupunya mengambil paket berisi sabu. Pengakuannya milik sepupunya. Tetapi kita masih kembangkan. Termasuk ke jaringan yang lain, bebernya.

Rencananya, 3 ons sabu tersebut bakal diedarkan di wilayah Sumbawa. Sabu tersebut bakal dipecah untuk dijual. Pasaran peredarannya di wilayah Sumbawa, ujarnya.

Sementara itu, Han mengaku baru kali pertama menerima kiriman barang. Dia diminta sepupunya mengambil paket yang dikirim dari Malaysia. Paketnya dari Malaysia, kata Han.

Dia enggan menyebutkan upah yang akan diterimanya. Alasannya hanya mengambil paket. Belum ada upah. Janji juga belum ada, kata Han singkat.

Kini, Han dan Her terancam hukuman 20 tahun penjara. Mereka dijerat pasal 114 dan atau pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (arl/r1)

Artikel Asli