Menparekraf Ajak Pelajar Lewati Pandemi dengan Optimisme

republika | Nasional | Published at 16/08/2021 08:12
Menparekraf Ajak Pelajar Lewati Pandemi dengan Optimisme

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengajak anak-anak pedagang kecil yang mendapatkan beasiswa darinya dan Kahmipreneur untuk tidak patah semangat menghadapi Covid-19. Dia mengatakan, meski tak mudah, para pelajar harus yakin dengan harapan dan optimisme untuk bangkit.

"Adik-adik, para siswa yang saya banggakan ditengah musibah pandemi Covid-19, saya mengajak agar jangan patah semangat, meski tidak mudah namun kita harus yakin dengan harapan dan optimisme kita bisa bangkit," ujar Sandiaga dalam keterangan pers, Ahad (15/8).

Sandiaga bersama dengan Kahmipreneur memberikan beasiswa kepada 1.000 anak-anak pedagang kecil yang terdampak oleh pandemi Covis-19. Saat menyapa para siswa-siswi tersebut secara virtual, dia melakukakan interaksi dengan beberapa penerima beasiswa, salah satunya Aurora Talitha Siregar.

"Asalamuallikum, Aurora, apa yang mau disampaikan? Saya dengar cita-citanya sangat mulia waktu itu mau jadi dokter ya, kenapa nggak jadi?" tanya Sandiaga.

Aurora menjawabnya dengan alasan karena untuk menjadi seorang dokter harus mengejar pendidikan hingga bangku kuliah. Di samping itu, untuk menjadi dokter juga ia sebut harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, sementara orang tuanya tidak mampu membiayai.

Mendengar hal tersebut, Sandiaga menawarkan beasiswa untuk Aurora menjadi seorang dokter. Tawaran itu dia berikan juga karena melihat saat ini Indonesia sedang kekurangan dokter, terutama untuk membantu penanganan pandemi Covid-19.

"Aurora kita sekarang lagi kekurangan dokter karena kita sedang menghadapi pandemi dan kesehatan ini menjadi utama, kalau saya dapatkan beasiswa untuk Aurora, apakah Aurora mau belajar yang tekun untuk menjadi seorang dokter?" kata Sandiaga.

"Iya mau," jawab pelajar SMPN 21 Pontianak itu.

Kemudian, untuk membangkitkan semangat pelajar-pelajar yang ikut dalam pertemuan virtual itu, Sandiaga mengutip salah satu pernyataan tokoh proklamator, yakni Soekarno. Kutipan yang dia ambil, yaitu bangsa ini harus di bangun dengan mendahulukan pembangunan karakter, kalau tidak dilakukan bangsa Indonesia akan menjadi bangsa kuli.

"Bangsa ini harus di bangun dengan mendahulukan pembangunan karakter, kalau tidak dilakukan bangsa Indonesia akan menjadi bangsa kuli," ujar Sandiaga.

Co-founder Kahmipreneur, George Edwin, mengatakan, salah satu yang sangat terdampak oleh pandemi Covid-19 adalah pedagang kecil di seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut, kata George, juga berpengaruh untuk pendidikan anak-anak mereka.

Menurutnya, anak-anak pedagang kecil itu harus menyesuaikan diri dengan kebijakan dalam belajar jarak jauh saat pandemi. George mengungkapkan, banyak dari mereka yang terkendala teknis, seperti kuota internet dan tidak adanya ponsel yang dapat digunakan untuk belajar.

Dari sanalah pihaknya hadir untuk memberikan bantuan beasiswa untuk anak pedagang kecil dengan tepat sasaran. "Dan ini telah sampai ke gelombang ketiga, insyaAllah beasiswa tepat sasaran untuk anak-anak pedagang kecil yang terdampak Covid-19," kata dia.

Pembagian beasiswa ini merupakan gelombang ketiga. Adapun total kuota beasiswa yang diberikan dalam acara tersebut sebanyak 1.000 pelajar SD, SMP, SMA dan mahasiswa yang sudah diseleksi dari 34 provinsi. Diharapkan dengan pemberian beasiswa tersebut dapat bermanfaat ditengah kondisi pandemi Covid-19.

Sandiaga beberapa waktu lalu mengajak Kahmipreneur dan pengusaha-pengusaha lain untuk turut bergabung dalam program bantuan beasiswa itu. Dengan demikian, kata dia, para pelajar yang orang tuanya terdampak pandemi Covid-19 bisa terus bertahan untuk memberikan pendidikan terbaik kepada anaknya.

Harapannya Kahmipreneur ini bisa hadir bersama-sama dengan donatur, dengan pengusaha-pengusaha sukses untuk memberikan inspirasi dan bantuan bagi siswa-siswa pedagang kecil yang terdampak, jelas dia.

Selain memberikan beasiswa untuk pelajar SD, SMP, SMA, dan mahasiwa, Sandiaga dan Kahmipreneur juga memberitakan paket bantuan beasiswa khusus untuk anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal karena Covid-19. Ada paket bantuan khusus yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena covod 19 dan beberapa seperti di Kediri, Jawa Timur, sudah kami lakukan penyerahan secara virtual, kata dia.

Artikel Asli