PPKM Level 4 Berakhir Hari Ini Atau Lanjut Rakyat Ngadu Ke Ganjar: Saya Sudah Pingsan Pak

rm.id | Nasional | Published at 16/08/2021 07:35
PPKM Level 4 Berakhir Hari Ini Atau Lanjut Rakyat Ngadu Ke Ganjar: Saya Sudah Pingsan Pak

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Jawa-Bali, akan berakhir hari ini. Apakah akan diperpanjang atau lanjut, masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Yang pasti, PPKM Level 4 yang sudah berlangsung 1,5 bulan ini banyak dikeluhkan rakyat kecil. Kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, banyak rakyat yang ngadu, nyaris pingsan.

Aduan rakyat itu diungkapkan langsung oleh Ganjar saat meresmikan Kampus UMKM Shopee Semarang secara virtual, kemarin. Aduan itu diterima Ganjar, baik langsung maupun lewat media sosial, seperti Facebook, Twitter maupun Instagram. Intinya, banyak rakyat terdampak akibat penetapan PPKM Level 4 yang sebelumnya bernama PPKM Darurat.

Intinya banyak protes. Pak Ganjar PPKM berhenti kapan pak? Kita sudah klenger, katanya begitu, tutur Ganjar, mengisahkan.

Keluhan tersebut bukan hanya datang dari pelaku usaha yang terdampak PPKM. Kalangan pelajar juga banyak yang memprotes kebijakan PPKM ini. Mengingat kalangan pelajar sudah lebih dari setahun tidak bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Kepala daerah asal PDIP ini tidak menampik, soal kesusahan yang dialami rakyat itu. Khususnya, para pelaku UMKM yang aktivitas usahanya terbatas selama PPKM diterapkan.

Namun, kata dia, tidak semua pelaku UMKM terpuruk selama PPKM. Ada juga yang berhasil meningkatkan pendapatannya justru selama PPKM. Hal ini diketahui Ganjar dalam setiap blusukannya ke sentra-sentra pedagang kecil.

Ada UMKM yang penjualannya justru naik 100 persen mesti ada pandemi dan pembatasan. Contohnya, pedagang kue bolu di Kebumen, tuturnya.

Ganjar juga bertemu pedagang yang rata-rata menjual 20 ayam geprek sehari dan membeli 30 ayam. Pedagang dari Kota Tegal, itu, tidak bisa menyanggupi permintaan Ganjar karena jaraknya yang terlalu jauh.

Untuk itulah, Ganjar berharap Kampus UMKM Shopee ini bisa benar-benar membantu para UMKM. Apalagi setelah kampus ini resmi berdiri di Semarang. Sebelumnya, kampus ini sudah hadir di Solo, dan bakal diluncurkan lagi di 4 daerah lain di Jawa Tengah. Tujuannya, agar UMKM mengerti jalan untuk menjual produknya sampai ke konsumen dan semenarik apa dagangannya di mata pembeli. Jadi tidak boleh berhenti belajar, sarannya.

Seperti diketahui, untuk menekan laju penularan Corona, pemerintah memberlakukan PPKM untuk Jawa-Bali, sejak 3 Juli lalu. Saat itu, pemerintah memakai istilah PPKM Darurat. Istilah PPKM Level 4 dipakai pemerintah, setelah PPKM Darurat berakhir pada 20 Juli dan kemudian memperpanjangnya hingga 25 Juli.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah telah beberapa kali memperpanjang PPKM Level 4 ini. Pertama, periode 25 Juli sampai 2 Agustus. Kemudian, diperpanjang lagi periode 3 sampai 9 Agustus.

Diperanjangan selanjutnya, pemerintah membagi 2 opsi untuk perpanjangan PPKM Level 4. Untuk Jawa dan Bali yang kasus Corona mulai melandai, pemerintah memberlakukan PPKM Level 4 hingga 16 Agustus. Sementara di luar Jawa-Bali, PPKM Level 4 diperpanjang hingga 23 Agustus.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengakui, saat ini kasus aktif harian sudah jauh mengalami penurunan dibanding periode puncak di 24 Juli yang angkanya mencapai 574.135 kasus. Artinya, PPKM efektif menurunkan kasus, selama tiga pekan terakhir.

Kita melihat penurunan berarti tiga pekan terakhir ini sudah mampu menurunkan minus 25,77 persen, ulasnya.

Penurunan juga terjadi pada angka kematian akibat Corona. Penurunan angka kematian mingguan mencapai minus 8,2 persen. Pengamatan Dewi, sampai akhir Juli, memang masih terlihat peningkatan kematian. Namun, di pekan selanjutnya, terjadi penurunan angka kematian.

Presiden Joko Widodo mengatakan, penerapan PPKM darurat Jawa-Bali berbuah manis. Terlihat rata-rata tingkat BOR RS secara nasional berada pada angka 48,14 persen. Di Jakarta juga alami penurunan mencapai 29,4 persen, Jawa Barat 32 persen, Jawa Tengah 38,3 persen, Jawa Timur 52,3 persen, di Banten 33,4 persen, di DI Yogyakarta 54,7 persen. BOR di Wisma Atlet sudah turun di angka 19,64 persen. Secara nasional, BOR berada di angka 48,14 persen.

Untuk memaksimalkan capaian ini, Jokowi meminta agar program vaksinasi harian dipercepat. Dia membeberkan, hingga saat ini vaksinasi harian sudah mencapai 1,6 juta per hari.

Saya juga minta isolasi terpusat itu penting. Juga testing, tracing , saya minta terus ditingkatkan. Seminggu terakhir saya melihat angka testing kita berkisar 130-140 ribu. Untuk indikator tracing di antara 5-7 meskipun ini masih berada di kategori sedang, tetapi saya patut mengapresiasi karena ada peningkatan, kata Jokowi, kemarin.

Sementara itu, di dunia maya, netizen masih harap-harap cemas menunggu kepastian PPKM Level 4 dari pemerintah. Ada yang kesal, pasrah, dan mendukung. Sudah nyari kerja susah, PPKM terus berepisode. Ada lagi sekarang beraktivitas mesti tes PCR. Hidup di zaman apa sih nih, keluh @Sandi00006442 . Besok berita PPKM diperpanjang, sahut @cengholy_ . Harap-harap cemas, dag dig dug, apakah diperpanjang lagi, timpal @ayah_elang . [MEN]

Artikel Asli