Bank Sampah Raup Rp 2,8 M per Bulan

rm.id | Nasional | Published at 16/08/2021 07:30
Bank Sampah Raup Rp 2,8 M per Bulan

Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil mengelola Bank Sampah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis di tengah pandemi Covid-19.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan, berdasarkan data KLHK per Juli 2021, jumlah nasabah Bank Sampah mencapai 419.204 orang, dengan omset per bulan kurang lebih Rp 2,8 miliar. Saat ini, jumlah Bank Sampah di Tanah Air sebanyak 11.556 unit yang tersebar di 363 kabupaten/kota.

Bank Sampah ikut membantu pengurangan sampah sebanyak 2,7 persen dari total timbulan sampah nasional, tutur Siti dalam keterangannya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskannya, pengelolaan sampah dilakukan sebagai sumber daya baru terbarukan atau resource efficiency, economy circular dan green growth . Dengan prinsip tersebut, maka Bank Sampah dapat membantu dan menggerakkan ekonomi masyarakat lebih baik.

Dia menyebutkan, pengelolaan sampah di Indonesia telah mencapai 55,96 persen. Hal ini mendorong kerja efektif untuk mewujudkan target pengelolaan sampah 100 persen pada 2025.

Pengelolaan sampah kita baru mencapai 55,96 persen dari target 100 persen sampah yang akan dikelola pada 2025, ujar Siti.

Untuk mendukung pengelolaan Bank Sampah, KLHK telah meluncurkan Sistem Informasi Manajemen Bank Sampah Nasional yang dapat diakses melalui tautan https://simba.id . Sistem ini dapat diakses oleh 363 kabupaten/kota.

Siti berharap Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat mendukung program pengelolaan sampah agar bisa lebih optimal.

Apabila sebelumnya Bank Sampah hanya berfokus pada kegiatan menabung sampah untuk mendapatkan nilai ekonomi saja. Sekarang Bank Sampah dapat menekankan fungsinya pada bidang edukasi masyarakat, perubahan perilaku dengan tetap mendorong kegiatan produktif dalam prinsip circular economy , imbuh Siti. [NOV]

Artikel Asli