Konservasi Situ Gede dan Pemberdayaan Ekonomi

republika | Nasional | Published at 16/08/2021 06:47
Konservasi Situ Gede dan Pemberdayaan Ekonomi

REPUBLIKA.CO.ID, Di tengah udara sejuk Kota Bogor Ahad (15/8) siang, puluhan warga tengah bersantai di kawasan wisata Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Di sisi barat danau, terlihat warga sedang memanfaatkan fasilitas bebek gowes bersama anak-anaknya. Sementara, di sisi timur ada beberapa pria sedang memancing di sisi danau.

Salah satunya, Yudi (52 tahun). Sambil menikmati sejuknya angin di kawasan setu seluas sekitar 5 hektare ini, Yudi menanti adanya ikan mujaer atau gabus memakan umpan di kailnya. Setiap sekali dalam sepekan, dia berjalan kaki dari rumah bersama anaknya untuk memancing di Situ Gede.

Iseng saja, dari tadi pagi dapat dua ekor. Pindah-pindah saja duduknya, santai sepekan sekali, kata Yudi seraya tertawa.

Ratusan meter dari tempat Yudi memancing, masih di sisi timur Situ Gede, terdapat sebuah alat berat backhoe berwarna oranye tengah mengeruk setu. Pengerukan tersebut merupakan salah satu progres dari revitalisasi kawasan Situ Gede, yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, dengan dana bantuan dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat, untuk membuat turap.

Tidak hanya turap, di kawasan Situ Gede nantinya akan ada jogging track , yang saat ini sudah hampir rampung sebagian. Diperkirakan, jogging track yang ada nantinya sekitar 700 meter dengan menggunakan paving block . Berdasarkan pantauan Republika , ada empat orang pekerja yang tengah memotong dan memasang paving block tersebut.

Tak jauh dari titik pengerukan, akan ada gazebo dan musola terapung dengan struktur baja. Musola tersebut, akan terletak di atas lantai terapung seluas 14x21 meter. Saat ini, para pekerja sedang membuat fondasi dari musola terapung tersebut. Dari proyek revitalisasi Situ Gede yang ditargetkan selesai dalam 150 hari.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, kondisi eksisting kawasan Situ Gede memang sudah indah, namun belum maksimal di beberapa titik. Sehingga Pemkot Bogor dibantu Dinas SDA Jawa Barat memulai program penataan kawasan Situ Gede.

Dalam revitalisasi ini, akan digabungkan antara rekreasi, konservasi dan pemberdayaan ekonomi. Menurut Bima Arya, jangan sampai penataan ini jauh dari tujuan konservasinya.
Diketahui, beberapa fasilitas yang akan hadir yakni welcome zone yang terdiri dari aula Situ Gede, area parkir, jembatan dan pedestrian. Ada juga point to point gate yang terdiri dari gerbang, plaza dan jogging track dan recreation space , race point dek yang terdiri dari musola, kios dan toilet, menara dan mini alun-alun.

Jadi jangan sampai dengan penataan, pembangunan menjadi indah, warga datang ke sini, tapi kemudian menjadi jauh dari tujuan konservasinya. Sampahnya tidak dikelola dan airnya menjadi kotor, ujar Bima.

Kepala Dinas Sumber Daya Air Jawa Barat, Dikky Achmad Sidik menjelaskan, Situ Gede mempunyai luas 4 hektare dan keberadaannya sangat penting. Selain sebagai salah satu sumber air baku, juga mempunyai fungsi recharge bagi air tanah, tempat keanekaragaman ekosistem hayati dan juga sebagai salah satu indikator kelestarian lingkungan dan mempunyai fungsi sosial serta budaya.

Saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama-sama dengan Pemkot Bogor berkolaborasi, agar keberadaan situ-situ khususnya di wilayah Bodebek, termasuk Situ Gede dapat terjaga dan terpelihara serta mempunyai nilai tambah. Di mana situ tidak hanya sebagai tempat dan ruang bagi air tapi mempunyai fungsi lain sebagai objek wisata yang mempunyai nilai tambah ekonomi, sosial dan lingkungan, kata Dikky.

Artikel Asli