Anaknya Nyanyi Saat Jadi Saksi Gubernur Sulsel Tak Laporkan Aset Kapal Dan Jetski Ke KPK

rm.id | Nasional | Published at 16/08/2021 06:50
Anaknya Nyanyi Saat Jadi Saksi Gubernur Sulsel Tak Laporkan Aset Kapal Dan Jetski Ke KPK

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah memiliki kapal dan jetski yang diduga dari korupsi. Kedua aset ini tidak dicantumkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam LHKPN tahun 2020 yang diserahkan pada Februari 2021, Nurdin mengaku tidak memiliki alat transportasi laut. Ia mencantumkan alat transportasi yang dimilikinya hanya mobil Toyota Alphard produksi tahun 2016. Harganya Rp 300 juta.

Total kekayaan Nurdin Rp 52.097.375.485. Sebagian besar asetnya dalam bentuk tanah dan bangunan. Sebanyak 54 bidang dengan nilai keseluruhan Rp 49.368.901.028.

Sementara harta bergerak Rp 542.600.000. Kas dan setara kas Rp 737.124.457. Ada pula harta lainnya yang dilaporkan sejumlah Rp 1.150.000.000. Nurdin melaporkan memiliki utang Rp 1.250.000.

Muhammad Fathul Fauzi Nurdin alias Uji, anak Nurdin mengakui pembelian jetski ketika dihadirkan sebagai saksi sidang perkara korupsi ayahnya.

Uji menuturkan pada akhir Desember 2020 diminta ayahnya mencari 2 unit jetski. Juga mesin speedboat untuk menggantikan yang usang.

Uji lantas menemui temannya Muhammad Irham Samad, Manajer Jetski Safari Makassar. Disepakati, Uji akan membeli jetski seharga Rp 349 juta dan Rp 458 juta.

Sementara untuk mesin speedboat dibeli dari Erik Horas, pemilik PT Marina Makmur. Untuk pembayaran pembelian jetski dan mesin kapal, Nurdin menyuruh Uji menemui Kepala Cabang Bank Mandiri Panakkukang bernama Ardi.

Uji lalu mendatangi kantor Ardi. Saya sampaikan untuk melakukan pembayaran kedua orang itu (Irham dan Erik) atas permintaan ayah, katanya.

Uji berdalih tidak tahu proses pembayaran lantaran diurus Ardi. Pembayaran langsung kepada Irham. Saudara Irham konfirmasi ke saya bahwa sudah dibayarkan, katanya.

Jaksa KPK menanyakan apakah jetski ini milik pribadi atau Pemda. Tidak mungkin pemerintah, tapi milik pribadi, jawab Uji.

Ayahnya kerap membeli barang untuk digunakan keperluan dinas. Contohnya (untuk) kunjungan ke pulau, katanya.

Asriadi, Koordinator Teller Bank Mandiri Cabang Panakkukang membenarkan adanya transaksi pembayaran pembelian jetski dan mesin speedboat .

Ia menyebutkan, Rp 797 juta untuk pembelian jetski. Ada pun untuk pembelian mesin speedboat merek Yamaha Rp 555 juta.

Asriadi mengungkapkan, pembayaran pembelian jetski dan mesin kapal berasal dari uang setoran seseorang sekitar Rp 2 miliar. Ia tak mengenal siapa orang yang menyetorkan fulus itu.

Kemudian, ada uang Rp 800 juta yang diambil orang tak dikenal. Sisanya Rp 48 juta diserahkan kepada Uji.

Menanggapi kesaksian ini, Nurdin mengklaim pembelian mesin speedboat dan jetski menggunakan uang pribadi. Saya punya kapal jauh sebelum jadi bupati, ujarnya. Sebelum menjadi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin menjabat Bupati Bantaeng dua periode (2008-2013 dan 2013-2018).

Nurdin mengakui pembayaran pembelian mesin speedboat dan jetski difasilitasi Ardi. Saya minta tolong putra saya ke Bank Mandiri ketemu Pak Ardi dan lakukan transaksi, katanya.

Menyikapi bantahan Nurdin, Jaksa KPK Zaenal Abidin mengatakan akan membuktikan adanya gratifikasi Rp 2 miliar ini pada sidang berikutnya. Tapi yang jelas (pembelian) itu sudah diakui saksi tadi termasukanaknya Pak Nurdin, Uji, ujarnya.

Rencananya, pekan ini Jaksa KPK akan menghadirkan Ardi pada sidang lanjutan perkara Nurdin.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri memastikan jaksa pasti akan membuktikan pemberian gratifikasi kepada Nurdin. Akan didalami lebih lanjut lewat saksi-saksi lainnya, katanya.

Pada sidang ini, Nurdin didakwa menerima suap 150 ribu dolar Singapura dan Rp 2,5 miliar. Berikutnya, didakwa menerima gratifikasi Rp 6 miliar dan 200 ribu dolar Singapura.

Sehingga total suap dan gratifikasi yang diterima Nurdin mencapai Rp 13 miliar. Rasuah itu dari kontraktor yang ingin mengincar proyek Pemprov Sulsel. [BYU]

Artikel Asli