Uap Panas Tak Bunuh Covid, Malah Bikin Luka Bakar Kulit dan Saluran Pernapasan

rm.id | Nasional | Published at 16/08/2021 07:19
Uap Panas Tak Bunuh Covid, Malah Bikin Luka Bakar Kulit dan Saluran Pernapasan

Media sosial sempat heboh dengan informasi yang menyebutkan terapi menghirup uap panas dari campuran beberapa rempah atau minyak kayu putih bisa membunuh Covid-19.

Kemenkes_ri mengungkapkan, menghirup uap panas tidak terbukti ampuh mematikan virus dalam tubuh. Justru sebaliknya, sangat berbahaya untuk kesehatan. Soalnya, uap yang terlalu panas bisa menyebabkan luka bakar pada kulit dan saluran pernapasan.

Saat ini, kata dia, metode paling manjur yang bisa dilakukan untuk mencegah atau membunuh Covid-19 adalah disiplin protokol kesehatan (prokes), vaksinasi Covid-19 dan terapkan pola hidup bersih dan sehat.

Ketiganya harus berjalan beriringan untuk memberikan perlindungan optimal, ungkap kemenkes_ri .

Fyrsyah_ mengatakan, inti dari informasi ini adalah uap panas tidak bisa membunuh Covid-19. Untuk melegakan saluran pernapasan dan mengencerkan dahak dan hidung tersumbat mungkin memang worth it .

Benar lho ini, waktu pas nggak bisa nyium bau sama nggak bisa ngerasain makanan, aku coba terapi uap ini pakai minyak telon, eh malah batuk-batuk, tutur paksi909 .

Uap untuk mengeluarkan dahak, kalau napas plong ya nggak usah uap, sambung ikheetfann .

Nikorumare7 mengungkapkan, informasi terkait hirup uap panas bisa mematikan Covid-19 sudah beredar sejak tahun lalu. Dia meyakini informasi tersebut hoaks dan berbahaya untuk kesahatan.

Iya, uap panas hanya untuk membantu hidung tersumbat, sambung amandaaallexa.

 

TurnBackHoax menegaskan, belum ada penelitian kesehatan yang secara resmi membuktikan hirup uap air panas bisa membunuh Covid-19. Jangan mudah percaya dengan informasi yang tanpa fakta, kata dalbo_27 .

Gideon_aprilian mengatakan, hoaks terkait Covid-19 seperti ini harus cepat diklarifikasi pemerintah agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Hoaks uap Covid-19 sudah mendarah daging dan menyebar dengan sangat cepat. Bahkan, lebih cepat dari edukasinya.

Kenapa sih orang-orang parah banget. Suka aneh-aneh, chip lah, pake uap lah, beli obat keras sendiri, dikasih tahu dokter nggak mau, dengar konspirasi langsung berapi-api, ujar lsayrsarie .

Ferdyfrideric mengungkapkan, terapi hirup uap panas sudah ada sejak dahulu dan menjadi resep turun temurun. Uap bisa untuk melegakan pernapasan, untuk flu atau hidung tersumbat.

Ada kok kearifan lokal yang bisa diadopsi juga untuk mengatasi kepanikan di masa pandemi, katanya.

Uap panas dicampur minyak kayu putih setidaknya membuat lega pernapasan dan dahak jadi keluar, ujar rashantidewi .

Betul, soalnya anak saya dulu masih bayi batuk pilek parah dibawa ke dokter juga diuap biar napasnya lega kata dokter, ungkap irul_3795 .

Disinisadat meminta masyarakat lebih jeli memilih informasi. Dalam urusan kesehatan, dengarkanlah pakar kesehatan. Mereka lebih dulu belajar kesehatan.

Mharisman mengatakan, bagi yang tidak ada gejala atau gejala ringan, cukup isolasi mandiri dan tidak perlu terapi, obat aneh-aneh. Jangan konsumsi sendiri obat yang masuk kategori resep, serta jangan berlebihan. Pakai obat non-resep, itu pun kalau perlu saja, tuturnya. [ASI]

Artikel Asli