Hasil Pertemuan Di Istana Bogor Bamsoet Pastikan Presiden Hadiri Sidang Tahunan MPR

rm.id | Nasional | Published at 16/08/2021 07:03
Hasil Pertemuan Di Istana Bogor Bamsoet Pastikan Presiden Hadiri Sidang Tahunan MPR

Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama para Wakil Ketua MPR bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor, akhir pekan lalu. Pertemuan membahas persiapan Sidang Tahunan MPR sekaligus penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Kepada pimpinan MPR, Presiden Jokowi memastikan akan hadir secara fisik dalam Sidang Tahunan MPR. Presiden akan menyampaikan pidato mengenai kinerja lembaga-lembaga negara dalam menjalankan tugas dan kewenangannya selama setahun terakhir. Sehingga rakyat bisa mendengarkan sekaligus mengevaluasi kinerja kelembagaan pemerintahan dan lembaga negara.

Presiden Joko Widodo juga sepakat dengan MPR agar pelaksanaan Sidang Tahunan MPR dibuat sederhana, efektif dan efisien. Tidak memakan waktu terlalu lama, yang terpenting pesannya tersampaikan kepada masyarakat, ujar Bamsoet-sapaan Bambang Soesatyo, usai bertemu Presiden di Istana Bogor, Jumat (13/21).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut para Wakil Ketua MPR, yakni Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, Lestari Moerdijat, Jazilul Fawaid, Syarifuddin Hasan, Zulkifli Hasan, Arsul Sani dan Fadel Muhammad. Hadir pula Sekretaris Jenderal MPR Maruf Cahyono. Sementara, Presiden didampingi Mensesneg Pratikno dan Seskab Pramono Anung.

Dalam kesempatan itu, Bamsoet juga menyampaikan tentang Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). Secara substansi, terdapat arus besar aspirasi masyarakat yang menghendaki adanya PPHN sebagai pedoman keberlangsungan visi dan misi negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pokok-Pokok Haluan Negara yang dimaksud, lanjut Bamsoet, bukanlah cetak biru ( blueprint ) pembangunan yang bersifat teknokratis.

Dengan demikian, hadirnya Pokok-Pokok Haluan Negara sama sekali tidak akan mengurangi ruang dan kewenangan pemerintah untuk menyusun cetak biru pembangunan, jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, dalam pertemuan itu Presiden juga menyampaikan berbagai hal seputar perkembangan penanganan pandemi Covid-19. Pemerintah terus menambah pasokan vaksin Covid-19 guna memenuhi kebutuhan vaksinasi nasional.

Indonesia kembali mendatangkan 5 juta dosis vaksin Covid-19 siap pakai merk CoronaVac yang diproduksi Sinovac. Kedatangan vaksin CoronaVac tahap ke-36 ini menandakan total vaksin yang telah didatangkan ke Indonesia mencapai lebih dari 185 juta.

Menurut Bamsoet, mulai Agustus 2021, program vaksinasi nasional telah diperluas dan dipercepat dengan target 2 juta dosis suntikan per hari. Per 12 Agustus 2021, dari target 208.265.720 sasaran vaksinasi nasional, pemerintah sudah menyuntikkan vaksinasi ke-1 kepada 51.894.566 warga. Sedangkan penyuntikan vaksinasi ke-2 sudah dilakukan kepada 25.744.850 warga. [ONI]

Artikel Asli