Data Bakal Disajikan Real Time Satgas Bersyukur, Tren Kasus Corona Membaik

rm.id | Nasional | Published at 16/08/2021 07:07
Data Bakal Disajikan Real Time Satgas Bersyukur, Tren Kasus Corona Membaik

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 membantah isu pemerintah berencana menghapus data sementara kematian Covid-19.

Kabid Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Alexander Ginting menegaskan, tidak ada rencana itu. Yang ada, pemerintah hanya merapikan data.

Perlu harmonisasi data dan merapikan data, sehingga data ini sesuai, ujar Alexander, kemarin.

Menurut dia, upaya pemerintah itu guna mendorong para pekerja di bidang data entry, reporting dan pencatatan berjalan lebih baik. Nantinya, diharapkan dapat menciptakan penyesuaian data secara real time .

Karena pemerintah melakukan evaluasi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 4 dan 3, dan evaluasi itu ada yang per minggu dan per dua minggu, jelasnya.

Masyarakat, menurut Alexander, memiliki wewenang untuk melihat berbagai indikator dalam rangka penanggulangan Covid-19, termasuk angka kematian.

Dia juga menegaskan, seluruh data Covid-19 dari pemerintah dapat dipastikan kebenarannya. Namun, tingginya laporan dari berbagai provinsi, kota, kabupaten, desa dan rumah sakit seringkali membuat data tidak disampaikan secara real time .

Rumah sakit membuat sertifikat kematian berdasarkan ICD-10. Mencatat waktu kematian, rumah sakit tidak mungkin bisa mengada-ada, tegas Alexander.

Ada tiga hal yang menjadi definisi untuk melakukan diagnosis, yaitu confirm, probable dan suspect . Masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa ketiga jenis kasus ini berpotensi berujung kematian dalam waktu yang bersamaan.

Kasus suspect, diduga kontak erat lalu sakit, tapi belum ada hasil PCR. Masyarakat mengiranya ini datanya berubah-ubah, tapi dalam ilmu kedokteran ini sifatnya universal, terangnya.

Sementara, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito memastikan, tren kasus Covid-19 di Indonesia membaik. Jumlah kasus baru menurun.

Kita bersyukur dua minggu terakhir kasus terkonfirmasi Covid-19 khususnya di Jawa dan Bali sudah mulai menunjukkan penurunan, ujar Ganip dalam telekonferensi di Jakarta, kemarin.

Penurunan kasus konfirmasi itu juga dibarengi peningkatan pasien sembuh. Meski begitu, Satgas Penanganan Covid-19 masih berjibaku menekan kasus kematian.

Masih cukup memprihatinkan karena masuk angka (kematian) 1.500 hingga 2.000 (korban jiwa) per hari, imbuhnya. [DIR] caption

Artikel Asli