BPBD Lebak Minta Warga Waspadai Longsor dan Banjir

koran-jakarta.com | Nasional | Published at 16/08/2021 06:40
BPBD Lebak Minta Warga Waspadai Longsor dan Banjir

LEBAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, meminta masyarakat setempat mewaspadai longsor serta banjir sehubungan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

"Peringatan imbauan kewaspadaan itu guna tidak menimbulkan korban jiwa," kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizky Pratama di Lebak, Banten, akhir pekan kemarin.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang terjadi di Banten, termasuk Kabupaten Lebak.

Peluang cuaca buruk tersebut terjadi sore hingga malam hari sehingga masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan bencana alam.

Potensi bencana alam itu dapat menimbulkan longsor dan banjir, karena topografi Kabupaten Lebak terdapat perbukitan, pegunungan dan daerah aliran sungai. "Kami minta warga yang tinggal di lokasi rawan bencana alam waspada menghadapi cuaca buruk itu agar tidak menyebabkan korban jiwa," katanya.

Ia mengatakan peringatan kewaspadaan bencana alam itu karena pengalaman longsor dan banjir bandang tahun 2020 mengakibatkan sembilan warga meninggal dunia.

Selain itu juga ribuan warga Lebak di lima kecamatan terpaksa mengungsi setelah tempat tinggalnya mengalami kerusakan.

Karena itu, menghadapi cuaca buruk tersebut tentu dapat meningkatkan kewaspadaan bencana alam. "Kami yakin dengan waspada itu mampu mengurangi risiko kebencanaan," katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di sejumlah provinsi yang diperkirakan akan terjadi pada 15 hingga 20 Agustus 2021.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto melalui siaran pers, di Jakarta, Minggu, mengatakan provinsi yang diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di antaranya di wilayah Banten.

Ia menjelaskan bahwa potensi pertumbuhan awan hujan merupakan dampak dari peningkatan aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby Ekuatorial.

Siapkan Hunian

Sementara itu, Pemkab Lebak menyiapkan lahan seluas 30 hektare untuk pembangunan hunian tetap (huntap) korban bencana alam tahun 2020. "Kami berharap secepatnya warga Cigobang Lebak Gedong yang terdampak bencana alam dapat menempati hunian tetap (huntap), " kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak Budi Santoso di Lebak, Sabtu (14/8).

Artikel Asli