Tur Merah Putih di Papua Barat Jelang HUT RI

republika | Nasional | Published at 16/08/2021 06:15
Tur Merah Putih di Papua Barat Jelang HUT RI

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, Kodam XVIII/Kasuari melaksanakan "Tur Merah Putih". Tur tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa.

"Tur Merah Putih" dilaksanakan dengan menggandeng komunitas trail Manokwari. Titik mulai dilakukan dari Makodam XVIII/Kasuari dengan tujuan akhir di Puncak Kobrey, Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.

Pangdam beserta rombongan melakukan perjalanan pulang pergi sekitar sepuluh jam melalui iring-iringan dengan mengendarai sepeda motor trail dan menempuh jarak kurang lebih 200 kilometer. Di Puncak Kobrey, Pangdam beserta rombongan juga melaksanakan pembentangan dan pengibaran bendera merah putih formasi angka 76.

Pengibaran bendera itu dilakulan dengan tujuan untuk mengingatkan kembali kepada seluruh lapisan masyarakat, kemerdekaan Indonesia diraih dari hasil perjuangan bersenjata dengan mempertaruhkan nyawa. Dalam sambutannya, Pangdam menyampaikan terima kasih dan rasa kebanggan yang luar biasa kepada para kepala suku dan para tokoh serta masyarakat Pegaf.

Kedepannya, saya juga menginginkan adanya anak-anak dari Pegunungan Arfak ikut serta dalam membangun tanah Papua Barat ini, baik itu lewat pengabdian menjadi TNI, Polri, PNS dan bidang lainnya , dengan, bekal pendidikan dan keja keras, kata Nyoman.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam juga menampilkan salah satu putri asal Pegaf, yaitu Sersan Dua (K) Anike Warfandu, yang berasal dari Kampung Wingoyut, Distrik Minyambouw, yang menjadi prajurit TNI dan tergabung dalam Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).

Sementara itu, Bupati Pegaf, Yosias Saroy, mengatakan, momen datangnya Pangdam tersebut sangat diinginkan oleh dirinya dan masyarakat Pegaf. Ia menerangkan, situasi dan kondisi di daerahnya aman dan kondusif.

Dia mengklaim daerahnya tak terdapat gangguan-gangguan yang mengancam negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI), merongrong Pancasila dan persatuan. Gesekan antara TNI-Polri dengan masyarakat pendatang juga tidak terjadi. Ia menyebut konflik yang terjadi di Pegumungan Tengah Papua tidak ada dan tidak terjadi di Pegaf.

Yang kami butuhkan saat ini keterlibatan Kodam XVIII/Kasuari dalam menyukseskan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, kami berharap kepada Bapak Pangdam untuk bisa menyampaikan keluhan kami ini ke pemerintah pusat agar daerah kami ini bisa maju dan berkembang seperti daerah lainnya, jelas Yosias.

Pada kesempatan yang sama, salah satu anggota dari komunitas trail Manokwari, Jho Ramandey, mengaku sangat senang ketika Pangdam dan jajaran Kodam bersama-sama melakukan touring merah putih. Kami mengapresiasi kegiatan ini dan kami berharap kegiatan ini tidak putus sampai di sini saja namun kedepannya terus melakukan kegiatan bersama-sama walaupun nanti Panglima berganti," ujar dia.

Pihaknya berharap kedepannya dapat dilibatkan oleh instansi lain untuk memperkenalkan wisata alam yang ada di pegunungan arfak dan juga wisata-wisata Papua Barat lainnya. Pada kesempatan tersebut Pangdam didampingi Kasdam XVIII/Kasuari, Brigjen TNI Djoko Andoko dan Pejabat Teras Kodam XVIII/Kasuari.

Artikel Asli