Studi: Perempuan dengan PCOS Lebih Rentan Terkena Covid-19

republika | Nasional | Published at 16/08/2021 02:10
Studi: Perempuan dengan PCOS Lebih Rentan Terkena Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika Australia berurusan dengan lonjakan jumlah kasus virus corona baru, sebuah penelitian baru mengidentifikasi kelompok wanita tertentu yang berpotensi lebih berisiko terkena Covid-19. Secara khusus, penelitian dari Universitu of Birmingham menemukan bahwa wanita dengan sindrom ovarium polikistik 51 persen lebih berisiko tertular penyakit itu daripada wanita tanpa kondisi tersebut.

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah kondisi umum yang mempengaruhi sekitar satu dari 10 wanita di tahun-tahun reproduksi mereka. PCOS adalah gangguan hormonal yang menyebabkan ovarium membesar dengan kista kecil di tepi luar, dan gejala umum termasuk penambahan berat badan, rambut rontok, menstruasi tidak teratur, kulit kering, dan jerawat.

Wanita dengan PCOS sudah memiliki peningkatan risiko penyakit kardio-metabolik, seperti diabetes tipe-2, penyakit hati berlemak non-alkohol, dan tekanan darah tinggi, yang semuanya telah diidentifikasi sebagai faktor risiko Covid-19. Para peneliti melakukan studi kohort tertutup berbasis populasi di Inggris selama gelombang pertama pandemi antara Januari dan Juli 2020, untuk menentukan apakah risiko metabolik tersebut diterjemahkan menjadi peningkatan risiko Covid-19.

Hasilnya, yang diterbitkan dalam European Journal of Endocrinology , mengungkapkan peningkatan 51 persen risiko tertular Covid-19 pada wanita dengan PCOS dibandingkan dengan mereka yang memiliki usia dan latar belakang yang sama tanpa PCOS.

Bahkan setelah menyesuaikan hasil untuk memperhitungkan salah satu faktor risiko kardio-metabolik individu yang disebutkan di atas (diabetes tipe 2, penyakit hati berlemak non-alkohol, dan tekanan darah tinggi), kohort subjek PCOS masih memiliki 26 persen peningkatan kerentanan terhadap Infeksi Covid-19.

Para peneliti telah menekankan temuan itu perlu diperhitungkan saat merancang kebijakan dan saran kesehatan masyarakat. Penelitian kami telah menyoroti wanita dengan PCOS adalah populasi yang sering diabaikan dan berpotensi berisiko tinggi untuk tertular Covid-19, kata penulis senior bersama dan direktur Institut Penelitian Sistem dan Metabolisme Universitas Birmingham, Profesor Wiebke Arlt dilansir AU Lifestyle Yahoo , Ahad (15/8).

Namun, Arlt mengatakan penelitian timnya itu tidak memberikan informasi tentang risiko perjalanan infeksi Covid-19, yang parah atau risiko komplikasi jangka panjang terkait Covid-19. Karena itu, dia menegaskan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan.

Hasil penelitian, yang pertama kali dirilis pada Maret, telah beredar di media sosial pekan ini. Banyak wanita berbagi keterkejutan dan hasilnya, serta kemarahan mereka karena tidak mengetahui penelitian tersebut.

Artikel Asli