Loading...
Loading…
Kamar Perawatan Covid-19 di Surabaya Hanya Terisi 50 Persen

Kamar Perawatan Covid-19 di Surabaya Hanya Terisi 50 Persen

Nasional | jawapos | Kamis, 12 Agustus 2021 - 14:30

JawaPos.com Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit Surabaya semakin berkurang. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan ketersediaan kamar atau bed occupancy rate (BOR) di Surabaya mencapai 50 persen.

Di Surabaya BOR sudah 50 persen. Alhamdulillah makin berkurang. Jatim 60 persen, kata Eri pada Kamis (12/8).

Sebagai langkah lanjutan, Eri meminta camat untuk memasifkan pantauan kepada warga yang dinyatakan positif Covid-19. Terlebih, bagi mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri.

Saya bilang ke Pak Camat. Pemkot Surabaya harus maksimal terkait kesehatan warga Surabaya. Harus lihat warga Surabaya yang isoman. Kondisi kalau nggak memungkinkan langsung bawa ke RS. Kalau RS kan langsung foto thorax dan semua yang dibutuhkan, lanjut Eri.

Dia berharap agar pasien isolasi mandiri tidak membutuhkan banyak waktu untuk sembuh. Harapannya 3 hari sembuh. Isoman biasanya 7 hari. Ini 3 hari wis (sudah) sembuh, tutur Eri.

Hal seurpa diungkapkan Direktur Utama RSI Jemursari Bangun Trapsilla. Dia mencatat pasien yang dirawat di kamar rumah sakit khusus Covid-19 makin berkurang.

BOR Covid-19 hari ini (12/8) di bawah 50 persen, jelas Bangun.

Menurut Bangun, angka pasien Covid-19 sangat dinamis. Hari ini (12/8), terdapat 1 ruangan kosong. Sudah ada 1 ruangan isi 38 tempat tidur yang dikosongkan karena tidak ada pasien, beber Bangun.

Kondisi yang sama terjadi di RS Husada Utama. Direktur Utama RSHU Didi Purwadi, yang juga Ketua Perhimpunan Rumah Sakit (PERSI) se-Surabaya itu mencatat penurunan pasien Covid-19 yang signifikan.

BOR Covid-19 sudah turun 59 persen lebih. Hanya saja, ICU masih penuh. Sekarang masih 6070 persen. Kasus yang berat, tutur Didi.

Menurut Didi, turunnya pasien secara masif karena masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sejak 3 Juli cukup efektif.

Jelas karena PPKM. Itu kan karena menekan mobilitas. Yang memindahkan virus kan manusia, ucap Didi.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{
{