KNPI Desak Tunda PON di Papua

Nasional | inilah.com | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 16:41
KNPI Desak Tunda PON di Papua


Perhelatan PON XX Papua akan segera berlangsung pada 2 - 15 Oktober 2021. Kegiatan olahraga nasional itu dari persiapan fisik sudah matang. Tapi gelombang ke-2 Covid-19 varian Delta dan mutasi lainnya, jelas membuat pelaksana dan pemerintah tidak siap hingga saat ini.

Melalui Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Ketua Umum Haris Pertama berkali-kali mendesak pelaksana atau pemerintah menunda kembali bahkan membatalkan perhelatan nasional itu.

Dalam rilis sebelumnya, Ketum KNPI menyampaikam 7 alasan penundaan acara olahraga nasional itu. Penyelenggaraan PON XX Papua akan memicu dampak lebih serius. Kini peningkatan kasus penderita Covid-19 justru bergeser ke luar Pulau Jawa, termasuk di Tanah Papua.

Sebelumnya, kasus pandemi Covid-19 gelombang ke-2 ini membuat sistem dan fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya di kota-kota besar di Pulau Jawa menyumbang jumlah angka kematian yang membuat hati pilu, ribuan mati tiap hari.

Fasilitas kesehatan di Pulau Jawa dan kota-kota besar kolaps, dan memaksa sebagian besar warga melakukam isolasi mandiri (Isoman). Data laporcovid19.org, Isoman dan perawatan di luar fasilitas kesehatan menyumbang angka kematian hingga 3007 jiwa.

Sementara hingga hari ini, data kawalcovid19.id vaksinasi dosis 1 baru 51 juta jiwa, 25% dari penduduk dan vaksin dosis 2 sejumlah 25 juta jiwa, 12% dari penduduk. Prosentase data kematian penduduk dengan jumlah vaksinasi melahirkan kekuatiran serius.

Bila PON XX Papua 2021 dipaksakan maka kekuatiran cluster baru Covid-19 varian Delta bahkan mutasi lainnya akan menyebabkan fasilitas kesehatan di Tanah Papua akan kolaps, tidak mampu menangani korban. Sebab faskes disana masih sangat minim dan rendah kualitas dibanding di Pulau Jawa, tegas Haris kembali.

Hal senada disampaikan Dikson Ringo Ketua Bidang Politik DPP KNPI, pemaksaan PON XX Papua 2021 sebenarnya melahirkan kekhawatiran yang sangat berbahaya. Perhelatan nasional itu bisa menyebabkan kematian jumlah orang Papua secara massif dan massal dalam waktu singkat. Di Jawa saja kematian terpapar Covid-19 ribuan perhari.

Silakan lihat pemakaman Covid-19 dengan aplikasi google earth, pasti tercengang. Apakah orang asli Papua inginkan itu? Atau Pak Jokowi inginkan kematian mama-mama Papua yang mencintai beliau? Demikian pernyataan analitik Dikson, yang juga mantan Ketua OKK DPP GAMKI 2015-2018 itu. [rok]

Artikel Asli