Iblis Sudah Diusir, Kenapa Masih Bisa Goda Adam di Surga?

Nasional | republika | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 16:01
Iblis Sudah Diusir, Kenapa Masih Bisa Goda Adam di Surga?

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Allah SWT lebih dulu mengusir Iblis dari surga karena menolak perintah bersujud kepada Nabi Adam. Peristiwa pengusiran iblis dari surga diabadikan dalam surat Shaad ayat 77 yang artinya.

" Allah berfirman "kalau begitu keluarlah kamu dari surga! Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk."

Pertanyannya kenapa Iblis masih bisa menggoda Nabi Adam yang masih ada di dalam surga? Terkait hal ini Ibnu Katsir menjelaskan, qpabila ada yang mengatakan, "Jika surga tempat Adam dikeluarkan berada di langit, seperti yang dikatakan oleh jumhur ulama, maka mengapa iblis dapat memasukinya, padahal dia telah diusir darinya untuk selama-lamanya.Artinya pengertian untuk selama-lamanya itu apakah tidak bertentangan dengan kisah tersebut?" tulis Ibnu Katsir dalam tafsirnya.

Sebagai jawabannya dapat dikatakan, "Memang pemikiran seperti inilah yang dijadikan dalil bagi orang yang mengatakan bahwa surga yang dahulunya ditempati oleh Adam berada di bumi bukan di langit, seperti yang kami jelaskan secara rinci dalam permulaan kitab kami Al-Bidayah Wan Nihayah."

Sehubungan dengan pertanyaan tersebut jumhur ulama mengemukakan berbagai jawaban, antara lain: Iblis memang dilarang masuk surga bila memasukinya secara baik-baik. Jika dia memasukinya dengan mencuri-curi dan menyusup dengan cara yang hina, tiada yang mencegahnya.

Karena itu, ada sebagian dari mereka yang mengatakan sebagai mana apa yang disebut di dalam kitab Taurat, bahwa iblis masuk ke dalam surga melalui mulut ular yang ia masuki terlebih dahulu (lalu ular itu masuk ke dalam surga).

Menurut sebagian ulama, dapat pula diinterpretasikan iblis menggoda keduanya (Adam dan Hawa) dari luar pintu surga. Sebagian yang lainnya mengatakan bahwa iblis menggoda keduanya dari bumi, sedangkan keduanya masih berada di dalam surga di langit.

"Demikian menurut Az-Zamakhsyari dan lain-lainnya," katanya.

Al-Qurtubi dalam pembahasan ini mengetengahkan banyak hadis tentang kisah ular dan membunuhnya serta penjelasan mengenai hukumnya, dan ternyata pembahasan yang dikemukakannya itu baik lagi berfaedah

Artikel Asli