PP Muhammadiyah: Harus Peduli Kesejahteraan Warga Lansia

Nasional | republika | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 14:43
PP Muhammadiyah: Harus Peduli Kesejahteraan Warga Lansia

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA --Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah meminta agar masyarakat peduli pada warga lanhut usia (lansia). Mereka harus dihargai, disejahterakan, dan hidup bahagia di tengan adanya pandemi Covid-19.

Ketua MPS PP Muhammadiyah, Sularno mengatakan, lansia harus menjadi perhatian kita bersama "Maka dengan gerakan revolusi mental ini, kita berharap banyak pihak yang peduli pada lansia,'' katanya dalam diskusi dan peluncuran"Video Edukasi Menjadi Lansia Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat" pada Selasa (10/8)

Hal senada juga disampaikan oleh Faozan Amar, Koordinator Tim Kerja PP Muhammadiyah, menurutnya program ini sangat strategis agar lansia tidak jatuh pada jurang kemiskinan. "Sinergi dari semua pihak adalah kunci untuk memberdayakan lansia", ujar Faozan yang juga Dosen FEB UHAMKA.

Yayan Sopyani, Koordinator Sekretariat Gugus Tugas Nasional Gerakan Nasional Revolusi Mental Kemenko PMK, mengatakan apa yang dilakukan oleh MPS relevan sebagai dari penguatan pusat perubahan gerakan revolusi mental dalam sosial dan kebudayaan.

Salah satu narasumber Herni Ramdlaningrum, Pengurus MPS PP Muhammadiyah, berharap dengan peluncuran video ini, isu lansia dapat terus digaungkan, karena pada 2050 jumlah lansia di Indonesia diprediksi mencapai 50 juta jiwa.

Narasumber lain, Diyah Puspitarini, Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, meyanyangkan masih ada stigma negatif terhadap lansia "Hentikan diskriminasi, ajak lansia berkolaborasi agar mereka mandiri" harapnya.

Narasumber terakhir, Adhi Santika, Konsultan Program Muhammadiyah Senior Care, melihat gerakan revolusi mental relevan dalam upaya untuk peduli pada lansia "Setelah kita peduli, lets move on , mari kita siapkan lansia yang sejahtera, madiri dan bermartabat" tutupnya.

Artikel Asli