Rentetan Gempa Guncang Busur Jawa dalam Sepekan, Begini Fakta-faktanya

Nasional | inewsid | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 14:07
Rentetan Gempa Guncang Busur Jawa dalam Sepekan, Begini Fakta-faktanya

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendata, terjadi rentetan gempa sebanyak empat kali dalam sepekan. Berdasarkan catatan BMKG, empat rentetan gempa tersebut terjadi di wilayah Busur Jawa.

"Dalam empat hari terakhir dari tanggal 6 hingga 9 Agustus 2021, sejumlah aktivitas gempa bumi tektonik signifikan mengguncang busur Jawa," kata Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami pada BMKG, Daryono melalui keterangan resminya, Rabu (11/8/2021).

Adapun, rentetan gempa yang terjadi dalam empat hari belakangan itu yakni, gempa Selat Sunda dengan magnitudo 5,3 pada 6 Agustus 2021, pukul 18.08 WIB, dirasakan maksimum IV MMI. Kemudian, gempa Selatan Jawa Barat magnitudo 4,1 pada 8 Agustus 2021, pukul 17.30 WIB dirasakan maksimum III MMI.

Selanjutnya, gempa Selatan Jawa Barat dengan magnitudo 4,1 pada 8 Agustus 2021 pukul 20.07 WIB, dirasakan maksimum III MMI. Terakhir, gempa Selatan Jawa Tengah dengan magnitudo 4,8 pada 9 Agustus 2021 pukul 21.36 WIB, dirasakan maksimum III MMI.

Daryono mengatakan, dari empat rentetan gempa di wilayah Busur Jawa tersebut, terdapat sejumlah fakta-fakta menarik yang perlu dicermati. Salah satunya, rentetan gempa memicu kepanikan masyarakat hingga kerusakan bangunan di sejumlah daerah.

"Rentetan gempa signifikan ini tidak saja mencipkatan kepanikan masyarakat tetapi ada yang menimbulkan kerusakan bangunan rumah warga di Kota Agung, Lampung, saat terjadi Gempa Selat Sunda dengan magnitudo 5,3 pada 6 Agustus 2021 pukul 18.08.17 WIB," ujarnya.

Berdasarkan hasil analisa Daryono, rentetan gempa tersebut terjadi secara berurutan dari arah barat ke timur, atau lebih jelasnya dari Selat Sunda dan bergeser ke Selatan Jawa tengah. Daryono belum dapat menyimpulkan apakah gempa tersebut akan menyambung ke daerah Bali dan Lombok.

"Apakah aktivitas gempa signifikan ini akan berlanjut ke timur seperti Jawa Timur, Bali, atau hingga ke Lombok? Hal ini belum dapat diprediksi," terangnya.

Daryono menjelaskan, seluruh gempa signifikan yang terjadi tersebut berpusat di Samudra Hindia. Adapun, sumber gempanya berada diantara zona sumber gempa megathrust, Benioff, dan sesar aktif di dasar laut dalam Lempeng Eurasia.

"Rentetan gempa signifikan di busur Jawa ini menarik karena sebagian besar pusat gempanya terletak di kluster zona aktif gempa pada bulan Juli 2021 yang lalu," kata Daryono.

Hasil monitoring gempa oleh BMKG selama 20 hari terakhir, dibeberkan Daryono, tampak kluster zona aktif gempa terdapat di sejumlah wilayah Indonesia. Diantaranya, Barat Aceh, Mentawai, Lampung, Selat Sunda, seluruh wilayah Selatan Jawa, Lombok, Sumba, Sulawesi Tengah, Laut Maluku, Seram dan Papua Barat bagian Utara.

Artikel Asli