7 Buku sains populer terlaris Juli 2021 versi Gramedia

Nasional | brilio.net | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 13:28
7 Buku sains populer terlaris Juli 2021 versi Gramedia

Brilio.net - Dalam beberapa tahun terakhir, tema buku nonfiksi yang mengangkat sains populer ramai kembali menyapa pembaca Indonesia. Hal ini ditandai dengan terjemahan buku sains populer tersebut dalam bahasa Indonesia. Selain itu, genre buku ini merupakan genre yang cukup menantang dengan berbagai istilah sains yang barangkali akan jarang ditemui dalam buku di luar genre ini.

Stephen Hawking dan Carl Sagan merupakan nama ilmuwan besar yang sering mewarnai genre buku ini. Buku-buku dari kedua nama tersebut bersambut di hadapan pembaca dan mewarnai perdebatan sains di Indonesia. Oleh karenanya, buku-buku sains populer masih punya pasar menjanjikan di Indonesia, walaupun tidak banyak ilmuwan Indonesia yang muncul untuk menuliskan tema yang cukup menantang ini.

Dilansir brilio.net dari berbagai sumber, Rabu (11/8), berikut tujuh buku sains populer terlaris pada Juli 2021 versi Gramedia.

1. A Brief History of Time.

foto: goodreads.com

A Brief History of Time merupakan salah satu karya Stephen Hawking yang dikenal oleh pembaca Indonesia. Buku ini menjadi rujukan pertama untuk mengetahui pemikiran Hawking soal waktu, terutama tentang kosmologi, termasuk Ledakan Besar, lubang hitam, dan kerucut cahaya. Buku ini cocok dibaca oleh siapa pun, termasuk pembaca awam yang baru masuk dalam pemikiran Hawking.

2. Kosmos.

foto: goodreads.com

Kosmos merupakan buku klasik Carl Sagan yang sampai hari ini masih diminati banyak orang. Sagan yang lulus dari pendidikan Fisika di University of Chicago cukup populer di Amerika Serikat dan sempat diajak membawakan Cosmos: A Personal Voyage dalam acara Public Broadcasting Service mengajak. Acara dokumenter tersebut kemudian menjadi cikal bakal dari proyek buku legendarisnya ini dan memperkenalkan namanya di seluruh dunia sebagai ahli astronomi.

3. Kanker: Biografi Suatu Penyakit.

foto: gramedia.com

Kanker: Biografi Suatu Penyakit merupakan karya yang ditulis oleh Siddhartha Mukherjee. Edisi bahasa Indonesia buku ini terbit pada 17 April 2020, saat pandemi Covid-19 dimulai.

Buku ini menjelaskan definisi lengkap tentang kanker yang ada dalam tubuh manusia yang seharusnya menjadi bagian dari tubuh manusia. Namun, kanker merupakan monster ganas yang bisa merenggut nasib siapa pun. Buku ini memberikan gambaran penting bagaimana manusia menyikapi kanker dari masa ke masa.

4. Kartun Statistik.

foto: gramedia.com

Kartun Statistik ditulis oleh Woollcott Smith, profesor statistik yang aktif di bidang penelitian dan konsultasi statistik dan diilustrasikan oleh Larry Gonick, penulis sekaligus seorang ilustrator.

Buku ini dibungkus dengan kartun-kartun menarik tanpa harus kehilangan bobot untuk menjelaskan tentang konsep dasar statistik, mulai dari mencarikan dan menyajikan data, probabilitas, mengambil sampel, interval keyakinan, menguji hipotesis, sampai desain eksperimen.

5. Kartun Genetika.

foto: gramedia.com

Kartun Genetika merupakan karya kolaborasi antara Larry Gonick, penulis sekaligus seorang ilustrator dengan Mark Wheelis, ahli mikrobiologi Amerika dan menjadi seorang profesor di College of Biological Sciences, University of California.

Buku ini menjelaskan konsep ilmu genetika modern dan klasik dengan cara yang cukup menghibur dengan ilustrasi kartun-kartun. Kartun-kartun tersebut membantu untuk dapat memahami ilmu genetika lebih mudah.

6. The Demon-Haunted World.

foto: gramedia.com

The Demon-Haunted World: merupakan karya Carl Sagan yang berkolaborasi dengan Ann Druyan, seorang penulis yang mengkhususkan diri dalam komunikasi sains. Buku ini terbit pertama kali pada 1995.

Buku ini berusaha menjelaskan metode ilmiah kepada orang awam dan mendorong untuk berpikir kritis dan skeptis. Selain itu, buku ini juga mencoba untuk membedakan ide sains yang valid dengan ide yang dianggap pseudosains. Buku ini menjadi salah satu buku Carl Sagan yang cukup populer selain Cosmos.

7. Ragam Akalbudi.

foto: gramedia.com

Ragam Akalbudi ditulis oleh Daniel C. Dennet, Direktur Center for Cognitive Studies di Tufts University. Buku ini menjelaskan secara rinci konsep akalbudi tentang pertanyaan terhadap apa yang ada dan pengetahuan manusia. Buku ini memadukan kerangka filsafat, ilmu biologi saraf, evolusi, dan gagasan kecerdasan buatan yang banyak melahirkan pertanyaan tentang akalbudi.

Selain itu, buku ini juga membahas apakah hanya manusia yang mempunyai akalbudi, sementara makhluk yang lain atau bahkan mesin-mesin mati tidak punya akalbudi. Buku ini membawa pada pengalaman yang cukup menantang untuk memahami konsep dasar dengan cara sederhana.

Artikel Asli