Gandeng Sejumlah Instansi, Kemkes Audit Berkala Vaksinasi Covid-19

Nasional | inewsid | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 13:29
Gandeng Sejumlah Instansi, Kemkes Audit Berkala Vaksinasi Covid-19

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemkes) melaksanakan audit secara berkala untuk mengawasi rantai distribusi dan pengelolaan stok vaksin covid-19 guna memastikan tidak terjadi penyimpangan. Audit dilaksanakan bersama instansi lain seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Unsur-unsur yang diaudit antara lain ketepatan sasaran, jumlah, waktu, kualitas, dan jenis vaksin yang didistribusikan.

"Pelaksanaan audit kita rencananya akan dibantu BPKP. Pada level provinsi/kabupaten/kota dibantu Kemendagri, dan juga TNI/Polri agar kita bisa memonitor secara dini pergerakan stok vaskin, penggunaan vaksin, dan sisa vaksin di masing-masing daerah. Jadi kalau ada sesuatu yang perlu kita tindaklanjuti dan intervensi bisa dilakukan segera," tutur Menkes Budi Gunadi Sadikin dikutip dari laman resmi Kemkes pada Rabu (11/8/2021).

Untuk mendukung pengawasan distribusi dan update stok vaksin nasional, Kemkes telah menyediakan aplikasi SMILE (Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik Elektronik) yakni platform yang memuat data seputar distribusi vaksin dan lokasi penyimpanannya mulai dari tingkat provinsi hingga Puskesmas. Platform ini untuk memastikan data pusat dan daerah sama sekaligus sebagai bentuk transparansi terhadap pengelolaan vaksin covid-19.

Menkes ingin pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan provinsi maupun kabupaten/kota bisa memanfaatkan platform tersebut dengan melakukan update secara berkala mengenai ketersediaan stok vaksin di daerahnya. Sehingga data tersebut bisa dipakai sebagai dasar bagi pemerintah untuk menetapkan alokasi vaksin ke daerah tersebut.

"Data ini kami mohon untuk diupdate secara rutin oleh seluruh pemerintah daerah, kalau ada perbedaan harus segera direkonsiliasikan. Karena nanti akan terlihat stok mana yang masih tinggi di satu provinsi, dan kalau masih tinggi kita tidak akan kirim sampai stok itu bisa dihabiskan, sebelum kita kirim batch selanjutnya. Oleh karenanya kecepatan dan konsistensi pengisian data sangat penting agar datanya sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan," pesan Menkes.

Dia pun berharap dengan dukungan ketersediaan vaksin covid-19 yang aman, distribusi yang lancar serta kolaborasi erat dari pemda, dinkes serta TNI/Polri dalam mendukung pelaksanaan vaksinasi covid-19, target harian vaksinasi bisa terus ditingkatkan untuk mempercepat tercapainya kekebalan kelompok.

Pemerintah telah mengamankan stok vaksin covid-19 sebanyak 428 juta dosis untuk 208 juta target vaksinasi yang akan datang secara bertahap.

Sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo, stok vaksin tersebut akan diprioritaskan ke daerah-daerah yang tingkat penularan dan kasus kematiannya tinggi. Hal ini untuk mengurangi tingkat keparahan dan kematian pasien akibat infeksi covid-19. Dengan demikian, beban perawatan pasien di RS pun semakin berkurang.

"Penetapan alokasi vaksin berdasarkan prioritas nasional yang diarahkan Presiden. Vaksin ini nantinya akan kita distribusikan ke provinsi lalu diteruskan ke kabupaten/kota, jadi kabupaten/kota bisa melihat berapa jatah yang dialokasikan kepada mereka," kata Menkes.

Untuk mempercepat laju penyuntikan vaksin, pemerintah menargetkan dua juta suntikan/hari. Distribusi dan pelaksanaan vaksinasi akan dibebankan kepada pemerintah daerah dengan target 1,2 juta/hari, Polri 600.000/hari, TNI 500.000/hari dan 2,5 juta/hari oleh BKKBN. Adapun pembagian alokasi vaksin sebesar 80 persen untuk daerah dan 20 persen stok pusat.

"Diharapkan ada koordinasi yang erat antara pemerintah daerah, TNI, Polri dan nantinya kalau ada kebutuhan dengan BKKBN didaerah tersebut. Koordinasi ini penting untuk menentukan prioritas dosis I dan II serta alokasi dari vaksinatornya,'' tutur Menkes.

Artikel Asli