Kunjungi Klinik Hayandra, Pimpinan DPR Tinjau Terapi aaPRP

Nasional | jawapos | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 13:14
Kunjungi Klinik Hayandra, Pimpinan DPR Tinjau Terapi aaPRP

JawaPos.com Satgas Lawan Covid-19 DPR RI melakukan peninjauan ke Klinik Hayandra, yang merupakan klinik dengan metode terapi aaPRP (autologus activated platelet-rich plasma)untuk Penderita Covid -19.

Adapun peninjauan tersebut dilakukan ke Klinik Hayandra di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Selasa (10/8). Terapi ini diharapkan dapat membantu mempercepat kesembuhan pasien Covic-19

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang juga merupakan ketua satgas mengatakan, karena relatif murah dan teknologinya cukup sederhana terapi ini akan mudah diterapkan oleh rumah-rumah sakit.

Ini kabar bagus untuk rakyat Indonesia dan dunia kesehatan bahwa untuk terapi pasien Covid-19 kita sudah ada yang tinggal dimasifkan ke seluruh negeri, ujar Dasco dalam keterangannya.

Nantinya, akan dilakukan pengambilan darah pasien sebanyak 24cc atau sekitar 1,5 sendok makan. Keseluruhan prosesnya akan berlangsung selama sekitar 1,5 jam. Sehingga ini relatif aman. Teknologinya tidak sulit, rumah sakit di Indonesia bisa melakukannya secara massal, katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena mengungkapkan, pandemi Covid-19 dapat menjadi momentum untuk mendukung para ilmuwan dalam negeri yang dapat menghasilkan obat dan alat kesehatan.

Hal itu sesuai yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

Ini momentumnya. Kami semua di satgas akan mendukung siapa saja yang menghasilkan obat dan alkes dalam negeri yang berguna bagi penanganan pandemi Covid-19, ungkapnya.

Sementara itu, dr Karina F. Moegni, SpBP dari Klinik Hayandra menjelaskan secara singkat, terapi ini bekerja untuk menurunkan badai sitokin dengan antiinflamasi yang terkandung di dalam trombosit pasien. Selain itu, diharapkan terjadi perbaikan sel-sel yang rusak akibat virus korona.

Dari hasil uji klinis fase 1 dan 2, pihaknya menemukan ada penurunan angka kematian pada pasien gejala berat hingga kritis.

Sebelumnya Covid-19 terapi ini sudah banyak digunakan di seluruh Indonesia untuk banyak kasus termasuk antiaging, pain management, ortopedi dan lain-lain. Tapi indikasi untuk penggunaan Covid-19, ini yang baru, ucapnya.

Artikel Asli