Ngobras Bareng Anang Bamsoet: Pembenahan Demokrasi Harus Dimulai Dari Partai Politik

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 12:45
Ngobras Bareng Anang Bamsoet: Pembenahan Demokrasi Harus Dimulai Dari Partai Politik

Ketua MPR Bambang Soesatyo menekankan, membenahi berbagai persoalan Indonesia harus dimulai dengan membenahi partai politik, yang merupakan hulu demokrasi. Semakin kuat dan sehat kondisi partai politik, semakin memudahkan terwujudnya hilir demokrasi berupa kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Sebab, bagaimana pun, dalam sebuah negara demokrasi, partai politik memiliki peran sangat menentukan arah kebijakan negara, baik di legislatif (DPR/DPRD), eksekutif, hingga di tingkat yudikatif.

"Sebagai tulang punggung demokrasi, partai politik menjadi titik pangkal paling penting bagi proses terciptanya penyelenggaraan negara yang baik. Hal ini setidaknya tercermin dalam lima fungsi partai politik, yaitu artikulasi, agregasi kepentingan, sosialisasi politik, rekrutmen politik, dan komunikasi politik. Karenanya, demokrasi tidak akan bermakna apa-apa tanpa partai politik," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, dalam podcast Ngobras sampai Ngompol (Ngobrol Asyik sampai Ngomong Politik) bersama musisi yang juga politisi Anang Hermansyah, di Jakarta, Rabu (11/8).

Mantan Ketua Komisi III DPR dan Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, sebagai artis/musisi yang juga pernah terjun ke dunia politik dengan menjadi anggota DPR, Anang merasakan bagaimana pahit manisnya dunia perpolitikan Tanah Air. Politik berbiaya tinggi sebagai akibat diterapkannya sistem kontestasi politik secara terbuka, membuat para politisi terjebak dalam 'lingkaran setan' money politics yang tidak jarang berakhir pada kasus korupsi.

"Tidak heran jika di masyarakat mulai ada wacana mengembalikan sistem Pilkada secara tidak langsung melalui DPRD maupun penggunaan sistem campuran dalam pemilihan anggota Parlemen sebagaimana yang diterapkan di Jerman dan Selandia Baru. Usulan ini sebagai ikhtiar memperbaiki kondisi bangsa. Demokrasi bukan semata one man one vote, namun yang terpenting adanya asas keterwakilan rakyat dalam sistem penyelenggaraan negara, baik secara langsung maupun tidak langsung," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini pun memaklumi, setelah lima tahun mengabdikan dirinya di DPR, Anang memilih untuk sementara tidak melanjutkan karirnya di dunia politik. Anang lebih memilih kembali menjadi musisi, artis, dan pengusaha.

"Sebetulnya, sangat disayangkan seorang Anang Hermansyah tidak lagi menjadi wakil rakyat. Selama saya menjadi Ketua DPR, Anang merupakan sosok wakil rakyat yang bekerja dan aktif terjun ke lapangan. Ia termasuk legislator yang gigih memperjuangkan pengesahan Undang-Undang Ekonomi Kreatif, Undang-Undang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, serta berbagai Undang-Undang lainnya yang berkaitan dengan seni, budaya, dan ekonomi kreatif," pungkas Bamsoet. [ USU ]

Artikel Asli