ET Ingin BUMN Teruskan Sumbang Pendapatan untuk Negara

Nasional | republika | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 12:35
ET Ingin BUMN Teruskan Sumbang Pendapatan untuk Negara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ingin BUMN terus melanjutkan kontribusi kepada negara melalui dividen, pajak, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dalam 10 tahun terakhir, ucap Erick, BUMN berkontribusi sebesar Rp 3.925 triliun yang terdiri atas pajak sebesar Rp 1.872 triliun, PNBP sebesar Rp 1.035 triliun, dan dividen sebesar Rp 388 triliun.

"Ini menjadi pendapatan negara yang digunakan untuk program membantu rakyat, tentu sekarang dengab situasi covid, 90 persen BUMN terdampak karena itu BUMN harus bertransformasi dan melakukan efisiensi," ujar Erick saat live Instagram di Jakarta, Rabu (11/8).

Erick menyebut upaya transformasi dan efisiensi yang dilakukan BUMN mulai mempelihatkan keberhasilan. Erick mengambil contoh peningkatan penjualan PTPN dari Rp 13,6 triliun menjadi Rp 17 triliun lantaran telah berhasil melakukan efisiensi dan menjalankan model bisnis yang baik.

"Begitu juga Pertamina, banyak sekali sub-sub holding seperti kilang yang tadinya rugi sekarang untung. Kita lakukan efisiensi semua, intinya dengan story line 10 tahun terakhir kita berikan keberlanjutan, kita berikan dividen hingga pajak sebesar-besarnya," ucap Erick.

Selain itu, lanjut Erick, BUMN juga terus melakukan terobosan, termasuk memperbaiki rantai pasok yang selama ini menjadikan Indonesia sekadar pasar. Erick menilai kehadiran Indonesia Battery Corporation (IBC) sebagai sebuah konsorsium terbesar di Indonesia yang terdiri atas Mind ID, Pertamina, hingga PLN serta dia pemain baterai terbesar dunia, CATL dan LG, akan membangun kemandirian industri baterai dalam negeri ke depan. Erick mengatakan sinergi industri baterai akan meliputi seluruh aktivitas hulu hingga hilir dalam menjaga ekosistem baterai yang terintegrasi.

"Kemarin kita bangun IBC, jangan sampai tambang nikel kita diambil, hanya dikirim secara raw material ke luar negeri, tapi harus dibangun di sini pabriknya," kata Erick.

Artikel Asli