Mahasiswa Unair Olah Biji Nangka Jadi Skincare

Nasional | republika | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 12:25
Mahasiswa Unair Olah Biji Nangka Jadi Skincare

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Lima mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) menciptakan skincare alami berbahan dasar ekstrak biji dan kulit kayu nangka. Mereka adalah Bulan Rhea Kaulika Hadinar Putri, Vika Diajeng Rizki Maulida, Cica Maryuni Budiastutik, Syifani Arihatu Jasmine, dan Sheila Shavira Salsabilla.

Bulan mengatakan, inovasinya tersebut terinspirasi dari produk PKM sebelumnya yaitu Djengkolic, skincare berbahan dasar jengkol. Selanjutnya mereka mencari tahu mengenai bahan-bahan lokal yang masih jarang dimanfaatkan sebagai produk skincare.
 
"Dari beberapa jurnal literatur bahwa ekstrak biji dan kulit kayu nangka mempunyai manfaat untuk mencerahkan dan anti-aging," kata Bulan, Rabu (11/8).
 
Bulan memaparkan, kulit dan biji nangka memiliki kandungan antara lain saponin, yang berfungsi mencegah penuaan dini (anti-aging) dan mengecilkan pori-pori wajah, serta menghaluskan kulit. Ada juga tanin sebagai antioksidan dan antibakteri, serta terdapat flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan pula.
 
"Selain itu juga mengandung vitamin C untuk membantu mencerahkan kulit," ujarnya.
 
Dari kedua komponen tersebut, lanjut Bulan, skincare yang sedang digarap timnya memiliki fungsi perawatan wajah 2-in-1, yakni facial wash dan facial exfoliating dalam satu produk bernama Nawash. Mengenai perkembangannya, Nawash telah bermitra dengan pemasok bahan baku dan baru saja selesai mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).
 
Sementara itu, legalitas lain yang sedang diproses yakni pengajuan hak kekayaan intelektual (HKI). Selanjutnya mereka berencana mengurus ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
 
"Semoga semakin banyak yang memakai produk dalam negeri sehingga dapat berdampak pada kemajuan ekonomi Indonesia. Terlebih Indonesia memiliki pemuda-pemudi yang banyak ide. Tentunya produk yang dihasilkan juga beragam," kata Bulan.
 
Artikel Asli