Mengenang Guru Kapuh, Murid Guru Sekumpul yang Lanjutkan Dakwah di Bumi Antaluddin

Nasional | apahabar.com | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 09:58
Mengenang Guru Kapuh, Murid Guru Sekumpul yang Lanjutkan Dakwah di Bumi Antaluddin

apahabar.com , BANJARMASIN Kalimantan Selatan (Kalsel) benar-benar berduka.

Salah satu ulama kharismatik asal Hulu Sungai Selatan (HSS), K.H. Muhammad Ridwan bin Tuan Guru Hasan Baseri yang dikenal dengan sebutan Guru Ridwan atau Guru Kapuh dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (11/8) sekitar pukul 09.05 WITA.

Seperti dilansir apahabar.com dari website gurukapuh.com, Guru Kapuh merupakan murid dari ulama kharismatik Kalsel, K.H. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul Martapura.

Guru Kapuh juga pemimpin Majelis Taklim Al-Hidayah, yang terletak di Desa Kapuh, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Majelis ini mulai membuka pengajian sejak 2005 silam.

Pengajian ini mulai ramai didatangi jamaah semenjak wafatnya Guru Sekumpul Martapura.

Kepergian Guru Sekumpul menyisakan kenangan yang sangat dalam di hati masyarakat Kalsel, sehingga menimbulkan kerinduan akan petuah-petuah dan nasehat-nasehat yang pernah disampaikan.

Untuk mengisi kekosongan inilah, murid-murid dari K.H. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani tampil ke tengah masyarakat meneruskan perjuangan dakwah sang guru untuk memberikan pencerahan kepada umat dengan membuka majelis taklim atau pengajian di tempat masing-masing.

Sebagaimana diketahui, K.H. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani banyak memiliki murid-murid pilihan yang tersebar di berbagai daerah di Kalsel.

Di antaranya seperti almarhum K.H Ahmad Bakeri Gambut, K.H. Asmuni Danau Panggang, K.H. Bahran Jamil Barabai, K.H. Ahmad Zuhdiannor Banjarmasin.

Mereka menyampaikan pengajian sebagaimana yang pernah diajarkan sang guru, baik dari segi materi maupun kitab yang dibacakan.

Guru Kapuh

K.H. Muhammad Ridwan bin Tuan Guru Hasan Baseri yang dikenal dengan sebutan Guru Ridwan atau Guru Kapuh dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (11/8). Foto-Istimewa

Salah satu murid dari Guru Sekumpul yang berdomisili di Kandangan adalah Guru Kapuh.

Guru Kapuh meneruskan jejak sang guru dalam berdakwah dengan membuka majelis taklim di masjid dekat tempat tinggalnya.

Mengingat sebelumnya, Guru Kapuh sudah mengisi pengajian di beberapa tempat baik langgar maupun musala dan tempat-tempat lainnya, namun hanya untuk kalangan terbatas jamaah langgar atau musala tersebut.

Sejak 2005, Guru Kapuh memutuskan untuk membuka pengajian yang terfokus di satu tempat yaitu di Masjid Al-Hidayah.

Guru Kapuh pun berhenti mengisi pengajian-pengajian kecil di seluruh langgar yang ada di HSS.

Secara otomatis seluruh pengajian yang sebelumnya Guru Kapuh datangi di beberapa tempat menyatu di Masjid Al-Hidayah. Sehingga pengajian yang ia adakan menjadi semarak dan majelis taklim tersebut diberi nama Al-Hidayah sesuai nama masjid tempat pengajian berlangsung

Artikel Asli