Peringati Tahun Baru Hijriah, Kemenag Sulsel Ajak Jajaran Hijrah Maknawiah

Nasional | rakyatku | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 09:08
Peringati Tahun Baru Hijriah, Kemenag Sulsel Ajak Jajaran Hijrah Maknawiah

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Selatan menggelar acara zikir dan doa dalam rangka tahun baru Islam 1443 H/2021 M.

Dengan mengambil tema Hijrah dari COVID-19 untuk Indonesia Tangguh, kegiatan dilaksanakan di Lapangan Indoor MAN 2 Kota Makassar, Selasa malam (10/8/2021).

Kabid Penais Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Sulsel, Kaswad Sartono, selaku ketua panitia acara zikir dan doa menyampaikan, di masa pandemi saat ini selain ikhtiar lahiriah, selaku umat beragama juga meyakini bahwa yang paling utama dari adalah ikhtiar batiniah berupa doa dan zikir.

"Doa adalah senjata bagi kaum mukmin, termasuk dalam menghadapi bencana COVID-19 yang melanda negara kita selama hampir dua tahun," kata Kaswad Sartono.

Kakanwil Kemenag Sulsel, Khaeroni, mengatakan meskipun melalui dunia maya, semoga ikhtiar batin yang dilakukan bersama bisa diijabah oleh Allah Swt. sehingga pandemi ini bisa segera berakhir.

Khaeroni meminta agar di momentum tahun baru hijriah ini untuk introspeksi diri khususnya sebagai warga Kemenag, apakah pengabdian selama ini sudah baik dan harus berupaya untuk senantiasa menjadi lebih baik.

"Warga Kemenag harus menjadi pelopor bagi umat dalam upaya mewujudkan ukhuwah insaniah, islamiah, basyariah," ujar Khaeroni.

"Warga Kemenag harus Jadi teladan khususnya akhlak karena akhlak adalah ajaran pokok yang dibawa oleh Rasulullah."

Kakanwil juga kembali memberikan imbauan kepada warga Kemenag Sulsel agar senantiasa bersama dengan penuh kesadaran menjaga kesehatan dengan patuh pada protokol kesehatan (prokes) dan menjadi contoh bagi masyarakat.

Sementara itu, dalam tausiah yang disampaikan K.H. Hamzah Harun Ar Rasyid melalui via zoom menjabarkan makna hijrah itu terbagi dua, yakni hijrah makaniah, yakni peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad saw.
beserta umatnya dari Kota Makkah ke Madinah.

Sedangkan makna lainnya adalah hijrah maknawiah, yang dalam beberapa sabda Rasulullah bisa dijadikan landasan prilaku di antaranya, hijrahnya lidah dan tangan (fisik dan batin atau perasaan) yang secara substansial bermakna jangan sampai ada umatnya menyakiti sesama manusia.

Selain itu, tobat atau kembali ke fitrah, yaitu kesucian, yang tiap manusia harus selalu memperbaiki diri.

"Hijrah maknawiah ini juga bisa diaplikasikan dalam rentan pengabdian kita di Kementerian Agama, mulai dari hal yang sederhana, seperti kedisiplinan, sikap, dan tingkah laku keseharian agar bisa menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya," ucap Ketua PWNU Sulsel ini.

Usai tausiah, seluruh peserta dan partisipan larut dalam lantunan zikir dan doa yang dipimpin oleh Abd. Waris Usman bersama sejumlah penyuluh agama.

Artikel Asli