FGD Dengan Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia Ranking Investasi Kita Terbaik Di Asia Tenggara

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 08:00
FGD Dengan Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia Ranking Investasi Kita Terbaik Di Asia Tenggara

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia memberi kabar gembira di saat kabar menyedihkan akibat Corona begitu menghantui seluruh warga Indonesia. Di saat dunia sedang diporakporandakan oleh Corona, justru banyak investasi yang terealisasi dan sangat menjanjikan yang bakal masuk ke Tanah Air. Menakjubkannya, saat ini, ranking investasi Indonesia terbaik di Asia Tenggara. Nyalip Vietnam, yang sudah lama bertengger di posisi lebih atas.

Kabar gembira itu disampaikaan Bahlil saat menjadi narasumber Focus Group Discussion (FGD) Rakyat Merdeka bertema Gercep Jemput Bola Investasi Saat Pandemi, kemarin. Pengusaha muda asal Fakfak, Papua, yang baru dilantik sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM, April 2021 ini, begitu percaya diri menyampaikan capaian-capaian kinerjanya di bidang investasi.

Deretan angka-angka yang njelimet, dia paparkan dengan narasi yang cair. Diselingi guyon dan candaan yang membuat suasana terasa begitu hangat, menghibur juga informatif. Tapi, tentunya lebih banyak seriusnya.

Berulang-ulang, pria yang pernah jadi sopir, lalu jadi pengusaha sukses ini, bilang, capaian investasi Indonesia terus meningkat.

Untuk meyakinkan ucapanya, menteri yang pernah jadi Ketum HIPMI ini memaparkan data-data. Perkembangan investasi dari bulan ke bulan, tahun ke tahun. Sampai membandingan data antara Indonesia dengan sejumlah negera lain.

Saat baru menjabat Kepala BKPM, investasi yang mangkrak mencapai Rp 708 triliun. Tapi, sekarang realisasinya tembus Rp 517 triliun atau 73 persen. Ke depan, akan bertambah lagi. Ini datanya, papar Bahlil sambil menunjuk tabel data kurva investasi.

Meski keran investasi dibuka lebar, Bahlil mengaku, tidak sekedar asal comot. Dirinya lebih mementingkan investasi berkualitas. Data yang dikantonginya, pada kuartal II 202, investasi tumbuh 600 persen atau Rp 223 triliun. Rinciannya: Penanaman Modal Asing (PMA) 51 persen dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) 49 persen.

Yang bikin dirinya bangga, investasi yang masuk ke Indonesia tidak hanya terfokus pada wilayah Jawa saja. Wilayah timur Indonesia, daerah kelahirannya juga, kebagian dengan investasi yang besar-besar.

Ini data yang empat kuartal berturut-turut, luar Jawa sudah sangat didominasi investor dalam dan luar negeri. Ini yang kami harapkan. Investasi berkualitas, akunya.

Lantas dia merinci apa saja investasi yang dibanggakannya itu. Pertama, investasi pupuk di Papua Barat, senilai 2,5 miliar dolar AS atau setara Rp 35 triliun. Freeport juga akan membangun smelter antara di Bintuni atau Fakfak pada 2022-2023 dengan nilai 2,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 37 triliun.

Di Maluku Utara juga bakal dibangun smelter pengolahan nikel untuk produksi baterai. Di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah juga akan ada pabrik hilirisasi nikel untuk stainless steel.

Hitungan Bahlil, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5-6 persen, diperlukan investasi Rp 1.100-1.200 triliun. Kita harus kerja keras. Pantang menyerah. Ibarat sepak bola, kami pakai strategi Juventus. Bertahan, lalu menyerang, cetusnya.

Kenapa bertahan dulu lalu menyerang? Hal ini ada kaitannya dengan anggaran yang dipangkas, meski target ditambah. Upaya promosi tidak banyak jika dibandingkan sebelum pandemi. Namun di saat yang tepat, bakal menyerang habis-habisan. Bahkan kalau perlu tidak disisakan untuk negara lain.

Selain hal tersebut, ada yang ingin Bahlil sampaikan. Dari dulu, Indonesia selalu dipandang sebelah mata jika dibandingkan dengan Vietnam. Tapi, saat ini, ranking investasi langsung atau foreign direct investment (FDI) Indonesia sudah di atas Vietnam.

Indonesia di peringkat 17. Kita terbaik di Asia Tenggara. Vietnam peringkat 19. Tinggal menunggu Easy of doing Business (EoDB), belum diumumkan World Bank, ujar Bahlil.

Meskipun baru beberapa bulan saja menyandang status sebagai Menteri Investasi, Bahlil berusaha keras agar pesan dari Presiden Jokowi bisa segera direalisasi. Kata dia, Jokowi berpesan agar membangun industri bernilai tambah dalam rangka transformasi ekonomi melalui hilirisasi.

Dengan gaya bicara khas orang Timur Indonesia, Bahlil bilang, barang itu sudah hampir selesai. Salah satunya, sinergi antara BUMN, LG, dan Hyundai yang nilai investasinya mencapai 8,9 miliar dolar AS atau setara Rp 128 triliun akan direalisasikan dengan groundbreaking akhir bulan ini. Investasi tahap pertama sebesar 1,2 miliar dolar AS atau Rp 17 triliun.

Kata Bahlil, menjadi produsen mobil listrik dan baterai mobil sudah di depan mata. Apalagi, Indonesia memiliki bahan yang berlimpah. Pokoknya sudah beres barang ini, katanya sambil tertawa.

Terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2021 yang mencapai 7,07 persen, Bahlil meminta semua pihak tidak kegirangan dulu. Ancaman pandemi Corona masih terjadi. Pekerjaan berat untuk memulihkan ekonomi masih berat.

Karena baseline kita di 2020 itu minus 5 persen. Nagara lain justru jauh tumbuh positif. Seperti China, Korea, Amerika, dan beberapa negara di Eropa, tutur Bahlil, mengingatkan.

Capaian fantastis ini juga tak lepas dari mitra dagang Indonesia yang ekonominya tumbuh positif. Alhasil, kinerja ekspor impor melejit. Tak ketinggalan, investasi yang tumbuh 7,54 persen. Menariknya, konsumsi yang tumbuh 8,06 persen disebabkan dua hal. Pertama, belanja pemerintah termasuk bansos. Kedua, penciptaan lapangan kerja.

Kata Bahlil, tingginya daya beli karena masyarakat memiliki kepastian pendapatan. Meski pandemi masih berlangsung, dunia usaha tetap survive menciptakan lapangan pekerjaan. Peluang ini tercipta karena investasi. Dengan kata lain, konsumsi yang tinggi merupakan hilir dari investasi.

Lantas, apa strateginya? Ada tiga jurus utama yang dikeluarkan Bahlil untuk terus menggaet investasi di masa pandemi. Memperbaiki regulasi, mengeksekusi investasi yang mangkrak, dan terakhir, promosi.

Soal regulasi. Undang-Undang Cipta Kerja dan turunannya terbukti ampuh memikat pengusaha kakap. Terlebih, Kementerian Investasi sudah meluncurkan Online Single Submission (OSS). Ini aplikasi teribet sepanjang sejarah BKPM. Karena memangkas birokrasi dari pusat hingga daerah. Harapannya, OSS dapat memberikan kepastian, kemudahan, dan transparansi bagi investor, imbuh Bahlil.

Dengan sedikit candaan, ia mengibaratkan OSS sebuah sistem: dari mata air menjadi air mata. Apa maksudnya? Mata air diibaratkan ladang rezeki bagi oknum tak bertanggung jawab. Dan air mata, bentuk kesedihan dari mereka karena tidak lagi bisa cawe-cawe. Pasalnya, OSS betul-betul didisain untuk memudahkan investor mengurus perizinan.

Penderitaan saya dulu, saya rumuskan dalam OSS, katanya.

Menutup paparannya, Bahlil terus mengkampanyekan, Negara sebesar ini harus lebih banyak melahirkan pengusaha-pengusaha muda. Jangan semua jadi pekerja, katanya, memotivasi. [MEN]

Artikel Asli