Jabar Target Capai Herd Immunity di Akhir 2021

Nasional | republika | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 07:51
Jabar Target Capai Herd Immunity di Akhir 2021

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mempercepat pelaksanaan vaksinasi guna mencapai kekebalan komunal. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Pemprov Jabar menargetkan kekebalan komunal atau herd immunity terbentuk akhir 2021. Untuk mengejar target tersebut, penyuntikan vaksin Covid-19 setiap harinya terus ditingkatkan. Saat ini, penyuntikan vaksin di Jabar sudah mencapai hampir 150.000 dosis per hari.

"Tapi itu tidak cukup. Oleh karena itu, kita akan tingkatkan ke 450.000 dosis per hari sampai Desember dengan memaksimalkan puskesmas yang belum optimal, berkeliling jadi tidak hanya di puskesmas tapi ke desa-desa," imbuhnya.

Selain itu, kata dia, untuk mempercepat penyuntikan vaksin Covid-19, Pemprov Jabar akan berkoordinasi dengan klinik-klinik dan rumah sakit untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19. Mobil vaksinasi Covid-19 pun sudah dipersiapkan.

"Kemudian inovasi pihak ketiga, ada sentra vaksinasi di industri, mall, di mana-mana. Kami berharap Desember selesai dengan catatan jumlah vaksin yang diberikan ke Jabar itu minimal 15 juta dosis vaksin sebulan," kata Emil.

Berdasarkan data pen-prod.udata.id pada 10 Agustus 2021, masyarakat Jabar yang telah mendapat vaksinasi Covid-19 dosis pertama sebanyak 6.922.375 orang. Adapun untuk dosis kedua sebanyak 3.402.548 orang.

Pada periode yang sama, total distribusi vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat ke Jabar sebanyak 13.346.384 dosis. Sedangkan realisasi sudah mencapai 10.181.667 dosis atau 76,28 persen dari total distribusi.

Adapun sisa distribusi-realisasi sebanyak 3.164.717 dosis akan digunakan untuk dosis kedua yang membutuhkan 3.469.079 dosis. Artinya, saat ini, Jabar kekurangan vaksin Covid-19 untuk dosis kedua sebanyak 304.362 dosis.

"Jadi saya keberatan kalau vaksinasi disebut Jabar masih rendah. Kita ini menghabiskan apa yang dikasih. Jadi jangan selalu mengukur dari persentase. Jumlah yang diberikan ke DKI dan Jabar itu mirip-mirip dan kita habiskan dengan kecepatan yang hampir sama," papar Emil.

Artikel Asli