Mendag Tinjau Kesiapan Prokes Pusat Perbelanjaan Jika Ada Kasus Positif Siap-siap Mall Ditutup

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 06:55
Mendag Tinjau Kesiapan Prokes Pusat Perbelanjaan Jika Ada Kasus Positif Siap-siap Mall Ditutup

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi meninjau Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, kemarin. Lutfi melihat persiapan protokol kesehatan (prokes) dalam uji coba pembukaan pusat perbelanjaan di mall tersebut.

Lutfi didampingi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Arsjad Rasjid, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Roy Mandey.

Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung implementasi prokes selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Uji coba ini dilakukan di 138 pusat perbelanjaan dan mall di Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya.

Hari ini kita bersama-sama bisa melihat dan menguji standar operasional prosedur untuk orang berbelanja di mall, kata Lutfi, yang tiba di pusat perbelanjaan itu sekitar pukul 14.45 WIB.

Masa uji coba akan berlangsung selama satu minggu, 10-16 Agustus 2021. Pelaksanaan uji coba ini mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Selama masa uji coba, pusat perbelanjaan dan mall diizinkan beroperasi pukul 10.00-20.00 WIB dengan kapasitas maksimal 25 persen.

Seluruh pengunjung, termasuk pegawai harus sudah divaksin dan dapat dibuktikan dengan sertifikat vaksin dalam aplikasi PeduliLindungi, dalam keadaan sehat, serta memakai masker. Seluruh pengunjung dan pegawai juga wajib memindai kode QR saat masuk dan keluar lokasi agar dapat tercatat dengan baik.

Bagi yang belum atau tidak bisa mendapatkan vaksinasi karena alasan kesehatan atau penyintas Covid-19 wajib menunjukkan bukti tes antigen hasil negatif (maks 1x24 jam) atau bukti tes PCR hasil negatif (maks 2x24 jam) beserta KTP. Bukti tes Antigen dan PCR wajib dilengkapi dengan kode QR yang dapat diverifikasi secara digital.

Bagi anak di bawah 12 tahun dan orangtua di atas 70 tahun tidak diperkenankan masuk. Tempat hiburan seperti bioskop, tempat bermain anak, dan tempat hiburan lainnya masih ditutup untuk sementara waktu. Restoran hanya bisa dipesan untuk dibawa ( take away ) dan pesan antar, kecuali di area terbuka.

Lutfi berharap, meski dengan berbagai pembatasan, dibukanya pusat perbelanjaan dan mall dapat berdampak positif bagi perekonomian.

Ini sangat penting karena konsumsi rumah tangga lebih dari 57 persen daripada perekonomian indonesia, bebernya.

Lutfi mengimbau seluruh pemangku kepentingan disiplin menjalankan aturan. Dia tak segan menutup pusat perbelanjaan yang terbukti abai prokes.

Apabila di kemudian hari ditemukan kasus positif Covid-19, pusat perbelanjaan atau mall tersebut akan ditutup selama tiga hari, pesan eks Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menambahkan, ke depan, pusat perbelanjaan dan mall dapat menambahkan ketentuan prokes.

Apabila terbukti ada pelanggaran atau ketidaksesuaian dalam menjalankan ketentuan yang berlaku, pengelola pusat perbelanjaan terkait akan langsung dikenai sanksi penutupan sementara, ancam Oke.

Sementara, Budi Gunadi Sadikin lebih menyoroti vaksin menjadi syarat beraktivitas di masa PPKM seperti halnya yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta.

Katanya, kebijakan ini memang tidak bisa disamaratakan di semua daerah, sehingga sangat bergantung dengan karakteristik daerah itu sendiri.

Pria yang akrab disapa BGS itu mencontohkan keluarganya. Tidak semua anaknya mau mengerjakan sesuatu hal yang sama. Saya punya anak. Kalau saya suruh shalat bisa dipaksa sih, tapi paling bagus dari kesadaran yang bersangkutan, ungkapnya.

Pelaksanaan prokes ini memang membutuhkan disiplin yang kuat dari warga. Dia mengaku, untuk yang satu ini sulit diterapkan di semua lini massa. Padahal, untuk menang melawan pandemi, kunci utamanya disiplin prokes.

Di kesempatan yang sama, Ahmad Riza Patria mengatakan, mall sudah dibuka 25 persen. Tetapi bioskop dan tempat main anak-anak di mall belum diperkenankan buka. Kegiatan ibadah juga sudah boleh dibuka dengan kapasitas 25 persen dan tetap menjalankan prokes yang ketat. [MEN]

Artikel Asli