Airlangga Optimis Visi Negara Kesejahteraan 2045 Tercapai

Nasional | lombokpost | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 06:44
Airlangga Optimis  Visi Negara Kesejahteraan 2045 Tercapai

JAKARTADi tengah pandemi yang mempengaruhi perekonomian Global, Partai Golkar optimis pembangunan di Indonesia terus tumbuh dan berkembang. Kini yang harus dilakukan adalah menata ulang skenario pencapaian target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Partai Golkar sesungguhnya telah memiliki Visi Negara Kesejahteraan 2045. Partai Golkar meyakini bahwa Indonesia akan menjadi negara maju dan sejajar dengan negara ekonomi besar lainnya di dunia. Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, membuat kita harus melakukan restarting dan rebooting tentang skenario kita untuk mewujudkan visi 2045 tersebut, kata Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam Pidato Kebangsaan bertajuk DEMOKRASI, KEBANGSAAN DAN KESEJAHTERAAN Menjelang HUT CSIS Ke-50 di Jakarta, 10 Agustus 2021 kemarin.

Menurutnya hampir dua tahun, dunia dilanda pandemi Covid-19, termasuk di Indonesia. Berbagai upaya dan kerja keras telah dilakukan Pemerintah dan seluruh komponen bangsa untuk menekan penularan Covid-19 disertai dengan langkah-langkah untuk mengatasi dampak sosial ekonomi. Namun demikian Airlangga menegaskan sinyal positif itu mulai terlihat dengan capaian pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7,07 persen di kuartal ini.

Untuk menghadapi Indonesia tahun 2045 ke depan, kita harus menghadapi berbagai tantangan atau mega trend untuk mewujudkan kesejahteraan, tambahnya.

Sejumlah tantangan global yang akan dihadapi Indonesia tersebut antara lain lain: perubahan iklim dan menipisnya sumber daya alam, perkembangan demografi (dan penduduk yang makin menua) urbanisasi, inovasi teknologi (digital) dan revolusi industri 4.0; dan kesempatan dan ketimpangan (ekonomi dan akses).

Mega trend ini menjadi faktor penting yang menggerakkan perubahan masyarakat, mempengaruhi banyak hal dimana pembuat kebijakan harus melakukan respon yang tepat. Manusia berinteraksi dengan mega trend ini dan saling mempengaruhi. Masyarakat dapat melihat ini sebagai kesempatan, namun tidak jarang menjadi sumber ketimpangan bagi yang tidak bisa beradaptasi., imbuhnya.(r2)

Artikel Asli