Naik Pangkat, Jenderal Pengusut Kasus Gus Nur dan Ustaz Maaher Kini Bintang 2

Nasional | inewsid | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 05:15
Naik Pangkat, Jenderal Pengusut Kasus Gus Nur dan Ustaz Maaher Kini Bintang 2

JAKARTA, iNews.id - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menaikkan pangkat satu tingkat lebih tinggi 26 perwira di lingkungan Polri. Enam orang resmi bintang dua alias irjen dan 20 lainnya brigjen.

Di antara enam pati yang resmi bintang dua yakni Irjen Pol Slamet Uliandi. Lulusan Akademi Kepolisian 1994 ini sebelumnya dipromosikan dari Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menjadi Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polri.

Yang tadi disampaikan Bapak Kapolri, dengan pelantikan dan sertijab ini, ada regenerasi organisasi Polri yang tentunya untuk melakukan tugas-tugas pokok yang kami lakukan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Selasa (10/8/2021).

Terdakwa ujaran kebencian Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur. (Foto: Antara).
Terdakwa ujaran kebencian Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur. (Foto: Antara).

Slamet merupakan sosok berpengalaman di bidang reserse. Dalam rekam jejaknya, polisi kelahiran Jakarta ini pernah mengemban berbagai jabatan di antaranya Kabagmon Robinopsnal Bareskrim Polri dan Karo Binopsnal Bareskrim Polri.

Ketika dipercaya sebagai Dirtipid Siber Bareskrim, Slamet mengusut sejumlah kasus yang cukup menyita perhatian publik. Kebanyakan terkait dengan dugaan ujaran kebencian.

Peristiwa itu antara lain melibatkan Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur dan almarhum Ustaz Maaher At-Thuwailibi. Gus Nur ditangkap di rumahnya, Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (24/10/2020).

Dia sebelumnya dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian karena menghina NU dalam konten Youtube Munjiat Channel pada 16 Oktober 2020. Laporan itu teregistrasi nomor LP/B/0596/X/2020/Bareskrim. Dari Malang dia dibawa ke Bareskrim Polri.

Pada 23 Desember 2020, Slamet Uliandi dan anak buahnya menyerahkan berkas perkara dan tersangka kasus ini kepada kejaksaan. Tak berapa lama Sugi menjalani persidangan.

Dalam perkembangannya pada 23 Maret 2021, dia dituntut 2 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurangan. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Slamet Uliandi juga mengusut kasus dugaan ujaran kebencian yang melibatkan almarhum Soni Eranata alias Ustaz Maaher At-Thuwailibi. Maaher ditangkap di rumah kontrakannya, Tanah Sereal, Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/12/2020) pukul 04.00 WIB.

Ustaz Maaher At Thuwailibi. (Foto: Ist)
Ustaz Maaher At Thuwailibi. (Foto: Ist)

Maaher ditangkap atas dugaan penghinaan terhadap Habib Luthfi bin Ali bin Yahya.

Dalam perjalanannya, kasus ini dihentikan karena Maaher meninggal dunia di Rutan Mabes Polri pada 8 Februari 2021 karena sakit.

Kasus lain yang juga menyita perhatian yakni dugaan penyebaran berita bohong oleh dr Lois Owien. Seperti diketahui, Louis membuat pernyataan kontroversial yakni Covid-19 tidak menyebabkan orang meninggal dunia.

Dalam salah satu tayangan di televisi, dia menyebut pasien yang dinyatakan Covid meninggal bukan karena virus tersebut, melainkan reaksi dari berbagai campuran obat.

Dokter Louis sempat diperiksa di Bareskrim Polri dan ditetapkan sebagai tersangka. Kendati demikian, dia tak ditahan setelah mengakui kesalahannya.

Slamet Uliandi memastikan kasus ini tetap berjalan. Penyidik akan terus memantau dr Louis.

"Yang bersangkutan menyanggupi tidak melarikan diri, karena itu tidak ditahan. Ini juga sejalan dengan konsep Polri Presisi berkeadilan," kata Slamet kepada wartawan ketika itu.

Artikel Asli