Kementerian BUMN Waspadai Dampak Pandemi Stress Test Bisa Jadi Alat Ukur Buat Kucurkan PMN

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 05:40
Kementerian BUMN Waspadai Dampak Pandemi Stress Test Bisa Jadi Alat Ukur Buat Kucurkan PMN

Ekonom memuji langkah Kementerian BUMN menggelar stress test, untuk mengantisipasi dampak kerugian akibat pandemi Covid-19. Hal ini bisa menjadi salah satu acuan Pemerintah dalam menggelontorkan Penyertaan Modal Negara (PMN).

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mendukung stress test yang dilakukan perusahaan pelat merah. Terutama bagi BUMN yang berperan penting bagi ekonomi nasional.

Dia menjelaskan, stress test sebenarnya merupakan metode untuk menganalisa dampak berubahnya variabel ekonomi terhadap kondisi keuangan BUMN.

Itu hal wajar-wajar saja. Bahkan, bila diperlukan untuk kepentingan 5 tahun ke depan, terang Bhima kepada Rakyat Merdeka , kemarin.

Bhima menuturkan, dalam melakukan stress test ada beberapa faktor yang wajib dimasukkan. Seperti dampak pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi, fluktuasi harga komoditas, risiko tapering off , ancaman gagal bayar utang, hingga risiko krisis iklim. Kalau dari hasil stress test, ditemukan BUMN yang tidak bisa bertahan sampai 2022, maka Pemerintah harus cepat mencarikan solusinya.

Mungkin bisa dipertahankan lewat konsolidasi, disuntik PMN atau bahkan harus dilikuidasi, imbau Bhima.

Ia memperingatkan, tak selamanya BUMN yang kesulitan uang itu harus disuntik PMN. Karena hal tersebut bisa menjadi beban keuangan negara. Pemerintah harus tetap lebih selektif dalam memberikan PMN.

Apalagi Pemerintah sedang fokus menangani pandemi yang membutuhkan biaya besar. Dan, Pemerintah juga berniat menurunkan angka defisit menjadi 3 persen di 2023, ujar Bhima.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal memastikan Bulog menjadi salah satu BUMN yang selalu melakuan stress test.

Perhitungan dilakukan melihat kondisi. Dan ini memang dipandu dan dipantau Kementerian BUMN, ucapnya kepada Rakyat Merdeka , kemarin.

Iqbal menekankan, dasar Bulog melakukan stress test berpedoman pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2021 yang telah disusun untuk tahun ini. Sementara tahun depan, akan disusun lagi RKAP 2022 nanti.

Sebagai informasi, Bulog mendapat penugasan dari Pemerintah. Antara lain menjaga harga pangan di tingkat petani dan menjaga stok. Sejauh ini, tugas itu ditunaikan dengan baik.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, semua perusahaan pelat merah telah menjalankan stress test. atau metode untuk memperkirakan kerugian ekstrim yang mungkin terjadi di saat pandemi Covid-19.

Sejak 2020, ketika Covid-19 masuk Indonesia, yang dilakukan semua BUMN yaitu stress test. Teman-teman di tambang, misalnya Inalum, Antam, PTBA, dan sebagainya itu melakukan stress test, kata Arya dalam diskusi virtual bertajuk Peran BUMN Menopang Ekonomi Masa Pandemi, Jumat (30/7) lalu.

Saat melakukan stress test, papar Arya, rata-rata BUMN di sektor pertambangan menyusun RKAP dengan kondisi minus atau berpotensi rugi. Tapi ternyata akhir tahun kemarin semua untung, pungkasnya. [DWI]

Artikel Asli