Jokowi Puji Kinerja Lantai Bursa Banyak Milenial Jadi Investor Pasar Modal

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 06:10
Jokowi Puji Kinerja Lantai Bursa Banyak Milenial Jadi Investor Pasar Modal

Pasar modal Indonesia genap berusia 44 tahun.

Di usia yang matang, Presiden Jokowi memuji banyaknya prestasi yang telah ditorehkan lantai bursa.

Ada tiga poin yang dipuji Jokowi. Pertama, kenaikan jumlah investor yang melesat dalam beberapa tahun belakangan.

Saya mendengar kabar baik, pasar modal Indonesia mencatat kenaikan jumlah investor yang signifikan. Sampai Juli 2021 meningkat 50,04 persen, naik lebih dari empat kali lipat sejak tahun 2017, puji Jokowi dalam acara seremoni HUT Ke-44 Pasar Modal secara virtual, kemarin.

Kedua, mantan Gubernur DKI Jakarta ini memuji pasar modal didominasi investor domestik dan generasi milenial. Hal ini akan berkontribusi menahan tekanan pasar.

Ketiga, Jokowi mengapresiasi jumlah perusahaan yang melaksanakan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Dalam catatannya, jumlah perusahaan yang IPO tidak menurun di tengah pandemi Covid-19. Sampai akhir Juli 2021, tercatat ada 27 IPO baru.

Selama pandemi, jumlah perusahaan yang melakukan IPO di bursa tidak menurun. Jumlah IPO-nya tetap tertinggi di ASEAN, ungkap mantan Wali Kota Solo itu.

Kendati begitu, Jokowi juga mengingatkan investor pasar modal lebih waspada terhadap kondisi perekonomian Indonesia pada kuartal III-2021 yang lebih berat.

Menurutnya, sejak awal Juli, varian Delta Covid-19 membuat pemerintah terpaksa memperketat mobilitas masyarakat. Hal itu dilakukan demi mengurangi angka penularan virus Corona.

Tentu saja (pembatasan mobilitas) berdampak pada ekonomi nasional. Ini yang harus diwaspadai, termasuk oleh pasar modal, ingat Jokowi, mengingatkan.

Meski begitu, Jokowi yakin pasar modal Indonesia berpeluang tumbuh lebih baik ketika masuk ke situasi saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pertama dan PSBB kedua.

 

Nilai transaksi harian di bursa justru meningkat jadi Rp 7,5 triliun hingga Rp 8 triliun. Bahkan setelah PSBB kedua berakhir, nilai transaksi harian mencapai Rp 13,1 triliun.

Jokowi berharap, momentum tersebut dapat dijaga. Peningkatan kepercayaan pada pasar modal Indonesia harus menjadi prioritas.

Sementara, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, pandemi Covid-19 membuat mobilitas masyarakat terbatas.

Karena itu, terjadi penurunan konsumsi di masyarakat dan berdampak pada meningkatnya dana yang mengendap dalam bentuk simpanan di perbankan. Kemudian, kebijakan fiskal dan moneter juga turut meningkatkan likuiditas di pasar.

Masyarakat mencari alternatif investasi lain yang memberikan return lebih tinggi. Salah satunya instrumen pasar modal, ujar Wimboh.

Menurut Wimboh, hingga Juli 2021, jumlah investor pasar modal meningkat 93 persen secara tahunan ( year on year /yoy) menjadi 5,82 juta. Ini didominasi oleh investor ritel berumur kurang dari 30 tahun (investor milenial).

Pertumbuhan investor tersebut mencapai 2 kali lipat sejak awal pandemi. Ini mencerminkan tingginya optimisme investor terhadap pasar modal Indonesia, ujarnya.

Wimboh bilang, peningkatan jumlah investor ritel tersebut juga merupakan hasil dari transformasi digital. Hal itu menjadi kunci utama bagi pendalaman basis investor di pasar modal.

Selain itu, lanjut Wimboh, industri pasar modal masih dalam kondisi stabil di tahun 2021. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 9 Agustus 2021 tercatat menguat ke level 6.127,46, atau tumbuh 2,48 persen sepanjang tahun berjalan dengan aliran dana masuk Rp 18,24 triliun.

Penghimpunan dana melalui pasar modal hingga 3 Agustus 2021 juga melesat 99,36 persen (yoy) atau Rp 117,94 triliun dari 27 emiten baru yang melakukan IPO.

Capaian ini hampir melampaui perolehan tahun 2020 sebesar Rp 118,7 triliun. Kami yakin dapat kembali mencapai level sebelum pandemi, yakni di akhir tahun 2021, ucap Wimboh.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah mengatakan, hadirnya investor baru alias milenial dengan cepat menggantikan investor asing yang keluar di awal pandemi, untuk kemudian mengembalikan dan menjaga stabilitas harga saham.

Pulihnya kepercayaan investor diikuti oleh peningkatan jumlah investor yang luar biasa, kata Piter. [KPJ]

Artikel Asli