Dikeluhkan Tapi Ada Manfaatnya Tes PCR Rem Persebaran Virus Corona Antar Pulau

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 05:05
Dikeluhkan Tapi Ada Manfaatnya Tes PCR Rem Persebaran Virus Corona Antar Pulau

Kebijakan penumpang pesawat wajib menunjukkan hasil tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR) dianggap memberatkan. Soalnya, harga tes PCR mahal.

Terdapat perbedaan persyaratan perjalanan bagi penumpang transportasi udara dengan transportasi lain selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Untuk penumpang udara harus dengan hasil tes PCR. Sementara, penumpang transportasi lain cukup dengan menunjukkan hasil swab antigen .

Juru Bicara Satuan Tugas (Jubir Satgas) Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan, pemeriksaan deteksi Covid-19 menggunakan metode PCR merupakan cara paling akurat alias gold standard dibanding metode lainnya untuk saat ini.

Selagi masih ada dan tersedia, gunakan metode tersebut, kata Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu.

Wiku menjelaskan, aturan perjalanan selama masa PPKM Level 4, 3 dan 2 sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 27 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3 dan 2 di Jawa-Bali dan Inmendagri Nomor 28 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Isinya, pelaku perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh seperti pesawat udara, bis, kapal laut dan kereta api. Maka penumpang harus menunjukkan kartu vaksin untuk minimal vaksinasi dosis pertama.

Selain itu, penumpang juga harus menunjukkan surat hasil PCR dengan jarak H-2 untuk pesawat udara. Sementara hasil rapid test antigen dilakukan H-1 untuk moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bis, kereta api dan kapal laut. Sesuai dengan ketentuan dalam Inmendagri, tandas Wiku.

Akun @satoshi_hikari memahami perbedaan persyaratan perjalanan udara dan darat tersebut. Tujuan tes PCR sebagai syarat perjalanan udara untuk meminimalisir mobilisasi orang.

Karena PCR mahal, orang mau keluar kota pun akhirnya pikir ulang, kata @satoshi_hikari .

Ya bener, sejak diberlakukannya syarat tes swab PCR, jumlah orang yang bepergian dengan pesawat jadi turun, timpal @zeniquratu .

Menurut @Alfamaulana01 , tes swab PCR bisa dengan mudah mengendalikan persebaran pandemi Covid-19. Pasalnya, kebijakan penumpang pesawat harus menunjukkan hasil tes PCR bisa meniadakan mobilitas orang antarpulau.

Tes swab PCR bisa sukses mengatasi pandemi Covid-19. Tapi dibuat murah atau gratis, usul @TeddyS550 .

Menurut @WendyTangmar , aturan tes PCR bagi penumpang pesawat merupakan strategi untuk memperbaiki statistik positivity rate . Tidak dipakainya hasil swab antigen untuk perjalanan udara, karena akurasi kurang tepat dibanding PCR.

Banyak yang tanpa gejala, tidak terdeteksi tes antigen, buat perjalanan. Sedang tes PCR tinggi, karena yang sudah merasa potensial baru dites, kata dia.

Akun @desrul_ dede berharap, aturan persyaratan hasil tes antigen bagi penumpang pesawat yang sudah divaksin bisa cepat direalisasikan pihak bandara dan pihak maskapai. Mari selalu patuhi prokes, ajak dia.

Akun @AsepSeptianda memberikan tips perjalanan udara. Jika ingin membeli tiket pesawat, maka belilah bukan di waktu-waktu weekdays . Sebab, kalau penerbangannya sepi bakal di- reschedule di hari lain. Efeknya? Hasil tes PCR tidak lagi berlaku dan harus tes ulang. Uang lagi, kata dia.

Menurut @rubyciuss , orang-orang yang melakukan tes PCR layak disebut patriot. Soalnya, mereka juga berjuang demi menyelamatkan Indonesia dari pandemi Covid-19.

Sikap berbeda ditunjukkan Antonio Pratama . Dia menilai, persyaratan hasil swab PCR bagi penumpang udara sangat memberatkan. Soalnya, biaya tes swab PCR mahal dan berlakunya hanya untuk sekali terbang.

Kasihan penumpang pesawat udara kena diskriminasi terus. Standar ganda, kritik @Syahrudin Sofyan . [TIF]

Artikel Asli